Sulitnya Mengungkap Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Mabes Polri Sampai Turun Tangan

Pihak kepolisian hingga saat ini masih berusaha untuk mengungkap pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, pada Rabu (18/8/2021) lalu.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUNJABAR/ISTIMEWA
Almarhumah Korban Amelia (insert kiri). Istri muda Yosef inisial M dan dua anaknya didampingi kuasa hukumnya saat menjalani pemeriksaan 10 jam di Mapolres Subang. 

TRIBUN-MEDAN.COM -- Pihak kepolisian hingga saat ini masih berusaha untuk mengungkap pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, pada Rabu (18/8/2021) lalu.

Mabes Polri pun ikut turun tangan ke polres Subang, Polda Jawa Barat.

Sejumlah saksi kembali dicecar dan diperiksa.

Tak terkecuali warga sekitar yang tak ada hubungan kerabat dengan korban Tuti dan Amalia.

Di antaranya ada tukang surabi hingga pedagang ketoprak.

Dalam pemberitaan sebelumnya, pada Rabu (15/9/2021) kemarin, polisi kembali menggelar olah TKP di lokasi kejadian di Dusun Ciseuti, Jalan Cagak, Subang.

Tuti dan Amalia ini ditemukan tewas di dalam bagasi rumahnya di Jalan Cagak, Subang, Rabu (18/8/2021).

Kini, saat polisi gelar olah TKP, di lokasi kejadian sudah ada beberapa pedagang yang penasaran.

Hal tersebut membuat polisi pun ikut penasaran bertanya kepada para pedagang itu.

Salah satunya Sakur (23), pedagang ketoprak yang berjualan dekat dengan tempat kejadian penemuan mayat Tuti dan Amalia Mustika Ratu.

Sakur mengaku ditanya polisi terkait hari kejadian pembunuhan ibu dan anak di Subang.

"Iya tadi juga saya ditanya-tanya lagi sama polisi ada tiga orang nyamperin ke tempat saya," ujar Sakur saat ditanya wartawan, Rabu (15/9/2021).

Menurut Sakur, polisi sudah sering menanyai dirinya setiap datang kembali ketempat penemuan mayat dari ibu dan anak tersebut.

"Kayaknya sih polisi dari Jakarta, nanya ke saya katanya melihat hal-hal yang mencurigakan, saya jawab enggak ada," katanya.

Baca juga: Yosef Dicecar 16 Pertanyaan terkait Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak, Bareskrim Polri Turun Tangan

Tukang Cuanki

Sementara, Supriadi (59) salah seorang pedagang cuanki yang biasa berkeliling di lingkungan sekitaran mengatakan, sosok dari Tuti sebelum meninggal dunia merupakan langganan dari dagangan cuankinya itu tersebut.

"Kalo langganan banget sih engga cuman korban sebanyak dua kali sebelum meninggal pernah membeli cuanki saya," ujar Supriadi kepada Tribunjabar di sekitaran kediaman korban.

pedagang cuanki yang ikut ditanya soal pembunuhan ibu dan anak di Subang
Pedagang cuanki yang ikut ditanya soal pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Menurut Supriadi, korban merupakan orang yang sangat baik kepada dirinya, bahkan, korban suka memberikan uang lebih selepas makan dari dagangan cuankinya.

"Orangnya Allhamdulilah setau saya baik banget karena dulu pernah dia tuh jajan sama kita empat mangkok ngasih uangnya 50 ribu tapi gak mau dikembaliin ngomongnya buat saya lebihnya," katanya.

Kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat menjelaskan, di malam kejadian pembunuhan istri dan anak, Yosef pamit pergi ke rumah istri muda.

Saat itu, kata Rohman, Amalia bahkan sempat memberi uang bensin pada Yosef.

Sesampainya di rumah istri muda, Yosef membuat nasi goreng, lalu pergi tidur.

Pagi harinya, menurut Rohman, Yosef memerintahkan istri mudanya untuk membeli sarapan.

"Didukung saksi tukang surabi pagi-pagi beli di sekitar rumah ibu Mimin, " kata Rohman Hidayat.

Dilansir dari Youtube Heri Susanto, tukang surabi blak-blakan ungkap soal kronologi sebelum jasad Tuti dan Amalia ditemukan.

Sebelum Yosef pulang ke rumah Tuti, ia sempat membeli surabi dulu pagi-pagi.

Diakui Caryati, pedagang Surabi ia mulai membuka dagangannya setelah sholat subuh.

Meski begitu, tukang surabi itu tidak mengenali jelas sosok Yosef saat membeli dagangannya.

Kesaksian pedagang soal pembunuhan ibu dan anak, tukang surabi ngaku diberi uang segini oleh Yosef
Kesaksian pedagang soal pembunuhan ibu dan anak, tukang surabi ngaku diberi uang segini oleh Yosef (kolase Youtube Heri Susanto/Kompas TV)

"Saat itu, udah banyak orang yang beli. Sebenarnya sih saya tidak terlalu memperhatikan orang-orang yang membeli surabi saya," ujar ibu Caryati, tukang surabi.

Lantas, setelah mengingat-ingat wajahnya, tukang surabi pun membenarkan kalau Yosef pernah membeli dagangannya, pada Rabu (18/8/2021) pagi.

Yosef yang membeli surabi pagi buta itu pun bertepatan dengan hari dimana jasad Tuti dan Amalia ditemukan.

"Iya (Pak Yosef) benar beli surabi. Kalau waktunya, lupa saya pokoknya pagi, gak tahu jam 6 apa jam setengah 7," imbuhnya.

"Pak Yosef beli surabi yang diceplok 2, yang dikocek 2, jadi 4," paparnya.

Ketika ditanya apakah akan makan surabi di tempat, Yosef mengaku akan membawa pulang belanjaannya tersebut.

"Saya sudah nyiapin surabi terus ditaruh di piring. Bapak mau dimakan disini? Oh gak, mau dibawa pulang aja," ungkap tukang surabi mengutip kata-kata Yosef.

Lantas, tukang surabi itu pun menyebutkan jumlah harga surabi yang dibeli Yosef pagi hari itu.

"Jadi harganya itu Rp 10 ribu," ungkap ibu Caryati.

kebohongan Yosef, ngaku main golf ternyata ada di rumah istri muda, saat Tuti dan putrinya dibunuh
Ngaku main golf ternyata ada di rumah istri muda, saat Tuti dan putrinya dibunuh (kolase Youtube inews/TribunJabar)

Setelah membeli surabi tersebut, Yosef memberikan sejumlah uang kepada tukang surabi.

Uang tersebut pun pas, tidak berlebih sehingga, tukang surabi tidak perlu mengeluarkan uang kembalian.

Pelaku Pembunuhan sudah mengerucut

Polisi bakal kembali memanggil saksi-saksi untuk mengungkap kasus pembunuhan Ibu dan anak di Kabupaten Subang.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan. 

Beberapa saksi yang sudah dipanggil, kata dia, tak menutup kemungkinan bakal dipanggil lagi.

"Sementara masih dikembangkan dipelajari bukti-bukti yang sudah di dapat selama ini kemudian mereka evaluasi dan terus penyelidikan," ujar Erdi A Chaniago saat dihubungi, Rabu (15/9/2021).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (4/12/2020).
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (4/12/2020). (Tribun Jabar/ Mega Nugraha)

Menurutnya, saksi-saksi mulai mengerucut.

"Mengerucut saksi-saksi yang kiranya akan mengarah kepada ditemukannya tersangka ini sedang didalami. Oleh karena itu sekarang masih dalam konteks penyelidikan," tambahnya.

Menurut Erdi, pemanggilan saksi beberapa kali seperti Yosep, semata-mata hanya untuk kepentingan penyidikan.

"Bukan berarti yang bersangkutan dipanggil terus menjadi tersangka, tidak. Tetapi ada pengembangan-pengembangan informasi, misalnya ditemukan barang bukti kemudian disingkronkan, itu yang kami dalami," katanya.

Baca juga: Ternyata Amalia Gadis Subang Dibunuh saat Main Game, Pakar: Diduga Korban Melawan Pelaku

(*/tribunmedan)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Cerita Tukang Surabi soal Pembunuhan Ibu & Anak, Terkuak Perintah Istri Muda pada Yosef di Pagi Hari

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved