Percaya Janji Taliban? Hingga Kini Belum Jelas Disampaikan Rincian Aturan Terhadap Hak Perempuan
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan wanita akan diizinkan untuk kembali bekerja dan melakukan perjalanan ke sekolah dan rumah sakit.
"Mereka seharusnya tidak ikut campur di negara kita dan mengambil sumber daya manusia kita. Seperti dokter, profesor, dan orang lain yang kita butuhkan di sini," kata Mujahid.
"Karena di Amerika, mereka mungkin akan menjadi pencuci piring atau juru masak. Itu tidak manusiawi."
Terakhir, walau dikecam satu dunia, Taliban mengaku ingin membangun hubungan baik dengan masyarakat internasional.
Mereka juga berjanji akan bekerja sama untuk membahas isu-isu seperti kontraterorisme, pemberantasan opium dan pengurangan pengungsi ke Barat.

Sejumlah perempuan dan anak-anak bergegas ke Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul untuk keluar dari Afghanistan pada Senin (16/8/2021). Para ibu-ibu berusaha menyelamatkan anak-anak meraka agar tak mengalami nasib sama apa yang dialami para wanita di sebelumnya dari tahun 1996 - 2001 saat Taliban berkuasa. (Reuters via BBC)
Mujahid juga membantah laporan bahwa Taliban sekali lagi akan memaksa perempuan untuk tetap tinggal di dalam rumah, seperti yang mereka lakukan dari tahun 1996 - 2001 dan akan mencambuk mereka karena berperilaku tidak baik.
Ia juga membantah laporan bahwa kelompok tersebut memburu mantan sekutu Amerika.
Dia berharap bahwa Taliban dapat bekerja dengan komunitas internasional di masa depan.
Pernyataannya itu datang hanya satu hari setelah dia memberikan konferensi pers yang memperingatkan para wanita untuk tetap di dalam rumah sebelum mereka melatih para pasukannya di bawah agar memperlakukan wanita dengan benar.
Zabihullah Mujahid kembali mengimbau agar kaum perempuan Afghanistan harus berdiam diri di rumah setidaknya untuk saat ini.
Juru bicara Taliban itu mengatakan imbauan itu keluar karena sebagian milisi kelompoknya belum dilatih untuk tidak melukai perempuan.
"Kami khawatir bahwa pasukan kami yang baru dan belum terlatih dengan baik masih mungkin memperlakukan perempuan dengan tidak baik. Kami tidak ingin pasukan kami membahayakan hingga melukai perempuan," kata Mujahid dalam dalam jumpa pers di Ibu Kota Kabul pada Selasa (25/8/2021).
Mujahid menuturkan perempuan Afghanistan harus berdiam diri di rumah sampai rezim Taliban memiliki prosedur baru.
Ia bahkan menjamin perempuan yang bekerja tetap mendapatkan gaji meski harus berdiam diri di rumah.
Menurut Mujahid kebijakan tersebut akan berlangsung sementara waktu sampai Taliban bisa menjamin keamanan kaum perempuan Afghanistan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/khalil-rahman-haqqani.jpg)