Percaya Janji Taliban? Hingga Kini Belum Jelas Disampaikan Rincian Aturan Terhadap Hak Perempuan

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan wanita akan diizinkan untuk kembali bekerja dan melakukan perjalanan ke sekolah dan rumah sakit.

Editor: AbdiTumanggor
afp
PENAMPAKAN Pemimpin militer Taliban Khalil Rahman Haqqani yang tengah duduk dan dikelilingi oleh para pengawalnya di Kota Kabul, Afghanistan, baru-baru ini. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ada banyak hal yang bisa berubah setelah Afghanistan jatuh ke tangan Taliban.

Oleh karenanya banyak orang yang mau kabur dari sana.

Ini karena Taliban membuat beberapa peraturan yang dianggap tidak masuk akal.

Dilansir dari dailymail.co.uk pada Jumat (27/8/2021), salah satu seorang pemimpin Taliban telah mengumumkan bahwa musik akan dilarang di Afghanistan.

Selain itu wanita kembali akan diminta untuk bepergian dengan pendamping pria selama dalam perjalanan yang berlangsung beberapa hari.

Tentu saja peraturan itu berbeda jauh dengan janji Taliban di sebelumnya yang mengatakan akan lebih liberal daripada 20 tahun yang lalu.

Memang salam sebuah wawancara dengan New York Times, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan wanita memang pada akhirnya akan diizinkan untuk kembali bekerja dan melakukan perjalanan ke sekolah, dan rumah sakit.

Akan tetapi mereka akan membutuhkan pendamping pria untuk perjalanan yang berlangsung beberapa hari.

"Musik dilarang dalam Islam, tapi kami berharap kami dapat membujuk orang untuk tidak melakukan hal seperti itu, bukan menekan mereka," kata Mujahid.

Walau begitu, Mujahid menyakini ada perbedaan kehidupan di bawah pemerintahan Taliban ini dari rezim sebelumnya.

"Kami ingin membangun masa depan dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu," katanya.

Bahkan mereka juga menolak laporan bahwa Taliban telah melakukan pembalasan terhadap mereka yang menentang mereka dan mencoba untuk menerapkan kembali pembatasan keras pada wanita seperti tahun 1996.

Dia menyarankan kepada New York Times bahwa Taliban akan membiarkan wanita kembali ke pekerjaan mereka di masa depan. Tapi memang ada beberapa syarat. Salah satunya selama mereka mengenakan penutup kepala atau burqa.

Selama masa kekuasaan mereka sebelumnya, wanita Afghanistan hanya bisa meninggalkan rumah dengan burqa - penutup tak berbentuk yang menutupi kepala dan seluruh tubuh.

Taliban juga menyatakan frustrasi pada upaya evakuasi Amerika Serikat (AS).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved