Badai Sitokin

Apa Itu Badai Sitokin? Penyebab Deddy Corbuzier Kritis dan Nyaris Mati, Pernah Diwarning Mendagri

Badai sitokin ini cukup mengerikan dan mengkhwatirkan, hingga nyaris membuat Dedy Corbuzier meninggal

Editor: Array A Argus
Youtube.com/Deddy Corbuzier
Deddy Corbuzier 

TRIBUN-MEDAN,COM,-Presenter kenamaan Deddy Corbuzier mengumumkan dirinya sempat mengalami kritis dan hampir mati akibat terpapar Covid-19.

Deddy Corbuzier bilang, dia baru saja mengalami badai sitokin.

Dalam akun Youtubenya, Deddy Corbuzier berkali-kali menyebut soal badai sitokin yang bikin seluruh tubuhnya sakit, hingga mengalami beberapa kali demam tinggi.

Lantas, apa itu badai sitokin?

Menurut penilitian dari Mukesh Kumar, seorang ahli virologi dan imunologi, Georgia University, badai sitokin dipicu oleh virus yang menggandakan diri dengan sangat cepat setelah menginfeksi sel.

Saat itu, tubuh langsung mengirimkan sinyal bahaya kepada sel. Sel yang merasakan bahaya langsung merespons dengan membunuh dirinya sendiri.

Menurut Penanggungjawab Logistik dan Perbekalan Farmasi RSUP Dr. Kariadi Semarang, Mahirsyah Wellyan TWH., S.Si., Apt., Msc., badai sitokin atau cytokine storm adalah reaksi berlebihan sel darah putih yang mempertahankan sistem kekebalan tubuh dari virus Covid-19.

Saat itu, sel darah putih akan menghasilkan sitokin, protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh.

Pada pasien Covid-19, sitokin lantas bergerak ke paru-paru untuk melindungi dari serangan SARS-CoV-2.

Pada normalnya, sitokin hanya berfungsi akan berhenti saat respons kekebalan tubuh tiba di daerah infeksi, namun pada badai sitokin, sel terus mengirimkan sinyal sehingga bergerak di luar kendali.

Akibatnya, paru-paru mengalami peradangan yang hebat sehingga akan merusak fungsi paru-paru.

Baca juga: Petugas Bubarkan Pesta Pernikahan di Aula Gereja HKBP Medan Amplas, Pengantin Jalani Tes Covid 19

Hal itulah yang membuat pasien Covid-19 sulit untuk bernapas dan membutuhkan bantuan oksigen.

"Maka sering pada pasien Covid-19 membutuhkan ventilator untuk membantu pernapasan," kata Mahirsyah Wellyan.

Mahirsyah juga mengatakan badai sitokin masih bisa terjadi meskipun virus sudah mati di dalam tubuh.

Sebagai informasi, badai sitokin sebelumnya pernah menyebabkan Raditya Oloan meninggal dunia pada 6 Mei 2021 lalu.

Baca juga: Erick Thohir Sebut 83 Persen Pekerja BUMN Sudah Divaksinasi Covid-19

Demam, Vertigo

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved