Cerita Pilu Warga Pinggiran Sungai Deli, Bertahan Hidup di tengah Bahaya Banjir

Mereka yang rumahnya bertingkat bisa menyelamatkan diri keatas. Namun yang tak bertingkat terpaksa mengungsi.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ FREDY
Warga Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun membersihkan rumahnya. 

"Kami belum mau untuk dipindahkan meskipun isu-isunya ada kabar mau dipindahkan," kata Mak Inah, (71) warga Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, Jumat (20/8/2021).

"Dulu kami pernah rapat untuk perpindahan ini ke asrama haji (BPN) gak ada yang mau kami," lanjutnya.

Selain alasan tersebut, mereka juga sepakat apabila memang disuruh pindah pemerintah harus memberikan ganti rugi bantuan yang sudah mereka bangun.

Menurut mereka dengan uang tersebut Meri bisa mencari rumah yang lebih layak.

Mak Inah dan keluarganya pun menyadari kalau tinggal di bantaran sungai merepotkan, apalagi diusianya yang mulai senja.

Ia mengaku sudah tak nyaman menghabiskan masa tua dipinggiran sungai Deli yang rawan banjir. Apalagi dia pun sedang sakit-sakitan.

Baca juga: Lama Menghilang, Unggahan Aktor Marcelino Lefrandt Banjir Komentar, Dewi Rezer Eks Istri Kirim Doa

Meski demikian, uang menjadi permasalahan. Mereka membutuhkan dana untuk pindah ke rumah yang lebih layak dan aman. 

"Kalau ada batu loncatan yang bagus mau ibu pindah. Lagian capek juga, sudah tua maunya tenang. Ini saja sudah sakit-sakitan ini," harapnya.

Mak Inah memiliki nama asli Rismawati, ia dibawa orang tuanya pindah ke Medan sekitar tahun 60 an. Saat itu ayahnya yang mantan prajurit TNI pensiun dan bekerja di sebuah perusahaan swasta di Medan. 

Saat baru pindah ia ingat betul saat itu lokasi bantaran sungai belum sepadat sekarang. Bahkan masih banyak ladang milik masyarakat.

Saat ini ia memiliki enam orang anak, suaminya meninggal dunia sekitar 4 tahun yang lalu.

Tiga anaknya merantau, sementara yang lainnya di lokasi yang sama dengannya.

Ia mengatakan banjir kiriman yang paling parah akhir tahun 2020. Saat itu banjir datang begitu cepat menenggelamkan rumahnya.

Ia yang renta pun beruntung karena sempat menyelamatkan diri. 

Baca juga: Gambar Semut Pun tak Tampak Lagi di Layar Televisi

Meski tak ada korban jiwa, paling tidak sebanyak 3 rumah tetangganya hanyut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved