Cerita Pilu Warga Pinggiran Sungai Deli, Bertahan Hidup di tengah Bahaya Banjir
Mereka yang rumahnya bertingkat bisa menyelamatkan diri keatas. Namun yang tak bertingkat terpaksa mengungsi.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
Seperti dikatakannya, banjir sudah menjadi teman bagi mereka. Mereka sudah bisa menebak kapan air besar akan berkunjung ke rumah-rumah mereka.
Bahkan saat banjir setinggi pinggang orang dewasa dinihari tadi mereka lebih dulu meninggalkan rumah dengan membawa barang berharga.
Setibanya air mulai surut mereka saling berjibaku membersihkan sisa-sisa lumpur yang melekat. Mereka nampak kompak.
Menggunakan satu mesin penyemprot air membuang sedimen dari sungai yang jaraknya hanya sekitar 5 meter dari pemukiman.
Bagi para wanita bertugas membersihkan bagian dalam rumah. Sementara para oria membersihkan halaman luar.
Para laki-laki terlihat berbagi peran. Ada yang mencangkul lumpur, adapula yang mengutip sampah-sampah yang ikut terbawa air.
Saat ditemui mereka menyebutkan sudah terbiasa membersihkan sisa banjir tanpa bantuan pemerintah.
Baca juga: Ini Dia! Daftar Menu Makanan untuk Penderita Penyakit Jantung yang Sedang Menjalani Isoman
Bantuan Hanya Jadi Ajang Kampanye Calon Wali Kota Medan
Alfredo Silalahi (30), anak kandung Mak Inah bercerita kalau musibah banjir kiriman yang mereka alami hanya dijadikan alat kampanye.
Desember 2020 lalu banjir besar melanda wilayah tersebut. Saat itu kontestasi politik sedang berlangsung. Dua calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota berusaha menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat Kampung Aur yang diterjang banjir setinggi 5 meter.
Bahkan Calon Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution dan Akhyar Nasution hampir bertemu di waktu yang bersamaan.
Satunya datang dari tangga di dekat Jembatan di Jalan Letjen Suprapto dan yang satunya lagi masuk ke kampung bantaran sungai itu melalui Jalan Brigjen Katamso.
Kedatangan mereka pun seolah-olah meringankan beban warga. Kala itu bantuan sembako, pakaian tak henti-hentinya datang.
Bahkan nasi untuk warga hampir tak termakan karena banyaknya bantuan yang datang.
Baca juga: Rumah Tangga Retak, Dhena Devanka Unfollow Jonathan Frizzy & Curhat di Instagram hingga Jadi Sorotan
Edo mengisahkan kalau bantuan sembako yang mereka terima penuh di dalam ruko dua lantai yang tak jauh dari lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/warga-kampung-aur-kecamatan-medan-maimun-membersihkan-rumahnya.jpg)