Gambar Semut Pun tak Tampak Lagi di Layar Televisi

“Dengan TV digital, gambarnya bersih. Nggak kelihatan gambar semut ketika sinyal sulit ditangkap," kata Cristhian Simanjuntak.

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
MIGRASI SIARAN TELEVISI ANALOG KE DIGITAL - Sejumlah anak menonton televisi di rumahnya, di Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (20/8/2021). Pemerintah merencanakan proses Analog Switch Off (ASO) atau migrasi dari siaran TV analog ke TV digital akan rampung selambat-lambatnya tanggal 2 November 2022. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Impian Cristhian Simanjuntak (24) untuk menonton laga bulutangkis di Olimpiade Tokyo pada Juli-Agustus 2021 dengan kualitas gambar yang bersih dan suara jernih akhirnya terwujud. Keberadaan TV digital di rumahnya membuatnya dapat mengakses siaran TV digital sejak Juni 2021 lalu.

Cristhian bercerita, selama lima tahun sebelumnya, dirinya mengakses siaran TV analog lewat pesawat televisi analog lama. Meskipun berdomisili di kota Medan yang merupakan kota besar, tapi tak membuat karyawan swasta tersebut dapat menonton siaran televisi dengan tampilan gambar yang bersih.

“Sinyal siaran televisi analog rentan ganguan cuaca. Kalau cuaca tidak bagus, siarannya menimbulkan noise atau gambar bersemut. Tapi setelah pakai TV digital, gambar lebih bersih dan suara lebih  jernih. Gambar semut pun tak tampak lagi di layar televisi,” kata Cristhian kepada Tribun-Medan.com, Jumat (20/8/2021).

Pengalaman yang sama juga diungkapkan Anna Mardiah (40). Sejak enam bulan terakhir, dirinya sudah menonton siaran TV digital. Hanya saja, tidak lagi menggunakan televisi analog lama, tetapi sudah televisi digital yang memiliki dukungan Digital Video Broadcasting - Second Generation Terrestrial (DVB-T2). Sehingga dapat menangkap siaran TV digital tanpa perlu memasang perangkat set top box (STB) lagi.

“Dengan TV digital, gambarnya bersih. Nggak kelihatan gambar semut ketika sinyal sulit ditangkap. Enaknya di TV digital, kalau sinyal yang ditangkap tidak baik, gambar tidak akan ditampilkan. Dan kalau sinyal bisa ditangkap dengan baik, gambar yang bersih akan tersaji,” kata Anna, Jumat (20/8/2021).

Cristhian dan Anna adalah sebagian kecil masyarakat Indonesia yang sudah beralih dari siaran TV analog ke TV digital dan merasakan manfaatnya. Proses peralihannya pun tak sulit. Masyarakat tak perlu mengganti televisi analog lama dengan televisi digital. Dengan dukungan set top box (STB) yang kini tersedia banyak di pasaran, masyarakat sudah dapat menonton siaran TV digital.

“Saya beli STB merek Matri Aplle HD DVB T2, harganya Rp 215 ribu. Proses pasangnya tidak sulit,” kata Cristhian.

Semenjak Pemerintah Indonesia menjalankan program migrasi televisi dari analog ke digital, atau lebih sering dikenal sebagai analog switch off (ASO), masyarakat banyak yang melakukan migrasi.

Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ismail mengatakan, setidaknya ada dua keuntungan yang langsung dinikmati masyarakat ketika menonton siaran TV digital.

Keuntungan pertama, kualitas gambar untuk siaran TV digital sangat bersih, suara jernih, dan teknologi canggih. Kedua, akan banyak program siaran yang lebih berkualitas dan bermutu bagi masyarakat.

“Semua manfaat tersebut gratis didapatkan karena sifat siaran TV digital yang Free to Air (FTA). Menonton siaran TV digital tidak berbayar. Sama dengan siaran TV analog yang gratis, siaran TV digital  juga tidak berbayar namun lebih berkualitas,” kata Ismail seperti dikutip dari webinar Killer Content dalam Rangka Mendorong Percepatan Masyarakat Pindah ke Siaran TV Digital, Kamis (5/8/2021)

Ismail menjelaskan, saat ini, peralihan penyiaran TV analog ke TV digital sedang berlangsung. Semula dijadwalkan, peralihan (ASO) tahap pertama dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2021 lalu. Tetapi, dikarenakan pemerintah dan elemen masyarakat sedang fokus terhadap penanganan dan pemulihan dari pandemi Covid-19, ASO tahap pertama batal dilaksanakan. Itu artinya, siaran TV analog tak jadi dimatikan pada 17 Agustus lalu.

“Pihak Kemenkominfo juga mempertimbangkan kesiapan teknis para pemangku kepentingan untuk melakukan migrasi ke TV digital. Kominfo akan melakukan penjadwalan ulang tahapan ASO berikutnya,” katanya.

Dikatakan Ismail, peralihan ke siaran TV digital secara total akan selesai selambat-lambatnya pada 2 November 2022. Namun, untuk mencoba dan beralih ke siaran TV digital, masyarakat tidak harus menunggu hingga 2 November 2022 karena siarannya sudah mengudara di seluruh ibukota provinsi.

“Silakan cek televisinya masing-masing. Kalau televisinya sudah bisa menerima siaran TV digital, otomatis siaran langsung diterima, tinggal scanning saluran. Kalau televisi analog lama belum bisa langsung menangkap siaran TV digital. Jadi diperlukan set top box (STB) untuk membantu menangkap siaran TV digital,” katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved