Apa yang Diincar China dari Taliban? Ternyata Bumi Afghanistan Kandung Mineral Paling Dicari

“Dan jika semua orang pergi bekerja jam sembilan pagi dan pulang jam 6 sore, mereka tidak punya waktu untuk memikirkan terorisme.”

Editor: Tariden Turnip
layar tangkap twitter
Apa yang Diincar China dari Taliban? Ternyata Bumi Afghanistan Kandung Mineral Paling Dicari. Pasukan Taliban melampias kegembiraannya setelah menguasai Afghanistan dengan menikmati es krim main boom-boom car 

TRIBUN-MEDAN.COM - China menjadi negara paling awal mengakui Taliban sebagai penguasa Afghanistan, sekarang bernama Emirat Islam Afghanistan, pascakeruntuhan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani, Minggu 15 Agustus 2021.

Kebijakan politik China ini drastis berubah mengingat pada 1996 saat Taliban berkuasa di Afghanistan, China tidak mengakui dan tidak mempunya hubungan diplomatik.

Bahkan menutup kedutaannya di Afghanistan selama bertahun-tahun.

Begitu Kabul jatuh ke tangan Taliban, Senin 16 Agustus 2021, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying memberikan pernyataan mendukung Taliban sebagai penguasa sah Afghanistan.

“China telah mencatat bahwa Taliban Afghanistan mengatakan kemarin (Minggu) bahwa perang di Afghanistan telah berakhir dan bahwa mereka akan mengadakan pembicaraan yang bertujuan untuk membentuk pemerintahan Islam yang terbuka dan inklusif di Afghanistan dan mengambil tindakan yang bertanggung jawab untuk melindungi keselamatan warga Afghanistan dan misi diplomatik asing,” kata Hua Chunying dalam situs Kementrian Luar Negeri China.

“China berharap pernyataan ini dapat diterapkan untuk memastikan transisi yang mulus dari situasi di Afghanistan, menjauhkan segala jenis terorisme dan tindakan kriminal dan memastikan bahwa rakyat Afghanistan menjauh dari perang dan dapat membangun kembali tanah air mereka,” katanya.

Milisi Taliban kuasai Istana Presiden Afghanistan, Senin (16 Agustus 2021).
Milisi Taliban kuasai Istana Presiden Afghanistan, Senin (16 Agustus 2021). (AP Photo/Zabi Karimi/Via CNN)

"Atas dasar menghormati sepenuhnya kedaulatan nasional Afghanistan dan kehendak semua pihak, Beijing telah mempertahankan kontak dan komunikasi dengan Taliban dan memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan penyelesaian politik," katanya.

Kemudian Hua Chunying menyinggung kesepakatan pertemuan Taliban yang dipimpin Kepala Komisi Politik Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar dengan Menlu China Wang Yi di Tianjin China, 24 Juli 2021.

Kunjungan delegasi Taliban ini diawali dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi, yang merupakan sekutu utama China di Asia Selatan.

Bungkam Perlawanan Uyghur 

China menggunakan Pakistan untuk menekan Taliban agar mencegah ETIM berpangkalan di Afghanistan.

Dalam pertemuan ini syarat dukungan China pada Taliban adalah Taliban tidak memperbolehkan kelompok teroris East Turkestan Islamic Movement (ETIM) berpangkalan di negaranya.

Gerakan Islam Turkestan Timur (ETIM), dinyatakan sebagai afiliasi al-Qaeda, kelompok militan dari Provinsi Xinjiang yang bergejolak di China.

ETIM berjuang untuk mendirikan negara merdeka rumah bagi 10 juta Muslim Uyghur.

China menuding sebelumnya ETIM  berpangkalan di Afghanistan.

Menurut 24h.com.vn, pada Kamis (29/7/21) Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada 28 Juli mengungkapkan pandangannya tentang Taliban.
Menurut 24h.com.vn, pada Kamis (29/7/21) Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada 28 Juli mengungkapkan pandangannya tentang Taliban. (24h.com.vn)

Bahkan dalam laporan terakhir PBB, ratusan militan ETIM berkumpul di Afghanistan. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved