Taliban Kembali Bangkit, Puluhan Tentara Afghanistan Ditembak Mati, Foto Kerja Sama dengan China

Jenazah tentara Afghanistan itu dibuang masih mengenakan rompi anti-peluru dan magasen amunisi kosong di dekat mereka.

Editor: AbdiTumanggor
AFP via The Sun/24h.com.vn
Amerika Serikat dan NATO Tarik Pasukan dari Afganistan, Taliban Kembali Berkuasa. Kini Terungkap Adanya Kerja Sama China dengan Taliban. 

"Ini bukan tentang perang di Afghanistan. Ini adalah perang antara kebebasan dengan totalitarianisme," tuturnya.

Misi Bantuan PBB di Afghanistan mengaku sangat mengkhawatirkan keselamatan warga Lashkar Gah di tengah pertempuran sengit Taliban dan pemerintah.

Juru bicara pemberontak Zabihullah Mujahid menyatakan, rencana mereka adalah membebaskan Afghanistan dari campur tangan asing.

"Pemerintah Islam yang seharusnya menguasai negara ini. Tangan-tangan asing yang hendak masuk harus dicegah," klaimnya.

China Masuk setelah Amerika Umumkan Akan Menarik Pasukan dari Afghanistan

Terkuak Kesepakatan China dengan Taliban yang Dianggap Saling Menguntungkan

Menurut 24h.com.vn, pada Kamis (29/7/21) Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada 28 Juli mengungkapkan pandangannya tentang Taliban.
KERJA SAMA CHINA-TALIBAN: Menurut 24h.com.vn, pada Kamis (29/7/21) Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada 28 Juli mengungkapkan pandangannya tentang Taliban. (24h.com.vn)

Seperti kita tahu, Taliban berhasil nyaris mengasai Afghanistan dalam sebuah serangan militer.

Beberapa wilayah di Afghanistan telah jatuh ke tangan Taliban, tepat setelah Amerika meninggalkannya.

Ini membuat Afghanistan meminta bantuan ke beberapa negara seperti China, India, dan Rusia.

Namun, China malah melakukan pertemuan resmi dengan Taliban, dan mencapai suatu kesepakatan.

Menurut 24h.com.vn, pada Kamis (29/7/21) Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada 28 Juli mengungkapkan pandangannya tentang Taliban.

Menurutnya Taliban "memainkan peran penting dalam proses rekonsiliasi dan rekonstruksi perdamaian di Afghanistan".

Dalam pertemuan resmi itu, ada 9 orang penting di Taliban yang melakukan pertemuan dengan China.

Sembilan perwakilan Taliban, termasuk salah satu pendiri kelompok itu, Mullah Abdul Ghani Baradar.

Mereka bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di kota Tianjin, kata juru bicara Taliban Mohammed Naeem.

"Isu-isu yang dibahas meliputi politik, ekonomi, keamanan nasional serta situasi saat ini dan proses perdamaian di Afghanistan," kata Naeem, menurut Sputnik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved