BERITA dari Wuhan Terkini, China Uji Penduduk Apakah Ada Tertular Corona Lagi

Pemerintah di Wuhan, China, menguji seluruh populasinya untuk mengetahui apakah ada warga yang kembali tertular virus corona

Editor: Salomo Tarigan
DOk Olivia Siong via channelnewsasia
Suasana Kota Wuhan, China 

TRIBUN-MEDAN.com - Pihak berwenang kota Wuhan, China, pada Selasa waktu setempat mengaku akan menguji seluruh populasinya untuk mengetahui apakah ada warga yang kembali tertular virus corona (Covid-19).

Perlu diketahui, lebih dari satu tahun yang lalu, kota di China tengah itu menjadi lokasi temuan awal virus corona di dunia.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (3/8/2021), kota berpenduduk 11 juta itu saat ini secara cepat meluncurkan pengujian asam nukleat komprehensif untuk semua penduduknya.

Seperti yang disampaikan pejabat senior Wuhan, Li Tao dalam konferensi pers pada hari Selasa waktu setempat.

Tao sebelumnya mengumumkan pada hari Senin kemarin bahwa tujuh infeksi menular untuk kasus lokal telah ditemukan di antara pekerja migran di kota itu.

Angka ini memecahkan rekor 'selama setahun tanpa kasus domestik'.

Saat ini, pemerintah China tidak hanya membatasi kegiatan penduduk di seluruh kota agar mereka tetap berada di dalam rumah, namun juga memutus jaringan transportasi domestik dan meluncurkan pengujian massal dalam beberapa hari terakhir.

Negara itu kini tengah memerangi wabah virus corona terbesar yang terjadi dalam beberapa bulan ini.

China melaporkan 61 kasus domestik pada hari Selasa ini, saat wabah varian Delta menyebar secara cepat ke puluhan kota.

Ini terjadi setelah kasus infeksi baru ditemukan diantara petugas kebersihan bandara di Nanjing, yang akhirnya memicu rantai kasus yang telah dilaporkan di seluruh negeri.

Kota-kota besar termasuk Beijing pun kini telah menguji jutaan penduduk, sambil melakukan penutupan sementara kompleks perumahan.

Asal Usul Virus

China sebelumnya membantah tuduhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa mereka enggan membagikan 'data mentah' yang diperlukan untuk penyelidikan asal-usul virus corona (Covid-19).

Pemerintah China menegaskan, para ahli WHO telah diberikan akses yang memadai saat mereka mengunjungi negara itu pada awal tahun ini.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Sabtu (17/7/2021), WHO tengah menghadapi tekanan yang meningkat terkait penyelidikan baru yang mendalam tentang asal usul pandemi.

Baca juga: INFO TERBARU BLT Pencairan Sudah Bisa Dicek Sekarang, Status Penerima BLT UMKM 2021

Ini terjadi setelah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengirimkan tim ahli internasional independen ke Wuhan, China pada Januari lalu, lebih dari setahun setelah Covid-19 kali pertama muncul di sana.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Kamis lalu bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi organisasi itu selama tahap pertama penyelidikan adalah bahwa 'data mentah tidak dibagikan' otoritas China.

Oleh karena itu, WHO mendesak negara itu untuk 'transparan, terbuka dan bekerja sama' pada tahap kedua penyelidikan.

Namun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menekankan bahwa negaranya telah mengizinkan para ahli 'untuk melihat data asli yang memerlukan perhatian khusus'.

Meskipun beberapa informasi melibatkan informasi bersifat pribadi dan tidak dapat disalin dan dibawa ke luar negeri.

Zhao juga menepis klaim Tedros bahwa 'ada dorongan prematur' untuk mengesampingkan teori bahwa virus itu bisa saja bocor dari laboratorium virologi di China.

"Tim ahli yang telah mengunjungi China setuju bahwa hipotesis kebocoran laboratorium telah menyebabkan wabah sangat tidak mungkin," kata Zhao.

Ia pun memperingatkan bahwa masalah ini tidak boleh dipolitisasi.

 JADWAL Tayang Inter Milan Vs Lugano Laga Pramusim Malam Ini, Berikut Cara Nonton Live Streamingnya

Perlu diketahui, isu ini awalnya dijadikan bahan lelucon sebagai teori konspirasi sayap kanan dan dibantah keras oleh China.

Sedangkan spekulasi bahwa Covid-19 mungkin saja muncul dari kebocoran laboratorium telah mendapatkan perhatian yang meningkat secara global, terutama di Amerika Serikat (AS).

China pun secara konsisten mengecam setiap spekulasi terkait kebocoran laboratorium.

Menurut negara itu, tudingan ini hanya didasarkan pada motivasi politik dan tidak berbasis ilmiah.

Namun Tedros menekankan pada hari Kamis lalu bahwa penyelidikan lebih lanjut diperlukan sebelum hipotesis dapat dikesampingkan secara definitif.

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Hotman Paris Ingatkan Ayu Ting Ting dan Ortu, Sakit Hati Jangan Berlebihan Labrak Haters KD ke Rumah

DIkutip dari Tribunnews.com /Fitri Wulandari/channelnewsasia

Baca Selanjutnya: Kabar wuhan terkini

Baca Selanjutnya: Corona di wuhan terkini

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved