Politisi PPP Ini Sindir KPK Ngadu ke Polisi soal 'Berani Jujur Pecat', Seharusnya Tiru Jokowi
Pernah heboh tag line 'Berani Jujur Pecat', tulisan yang ditembakkan menggunakan sinar laser di Gedung KPK.
TRIBUN-MEDAN.com - Pernah heboh tag line 'Berani Jujur Pecat', tulisan yang ditembakkan menggunakan sinar laser di Gedung KPK.
Ini merupakan bentuk kritik yang dilakukan para aktivis terkait pemecatan dan pembebastugasan sejumlah pegawai KPK.
Mereka 'disingkirkan' lewat TWK Pegawai KPK.
Lantas KPK diketahui melaporkan peristiwa penembakan sinar laser yang berisi kritikan oleh aktivis di Gedung Merah Putih ke Polres Jakarta Selatan.
Baca juga: PENYEBAB Selebgram Gebby Vesta Ngamuk di Bandara, Dilarang Naik Pesawat, Beda Warga Asing?
Terkait hal itu, anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menilai seharusnya KPK mencontoh sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam merespon kritik yang ditujukan kepadanya.
"KPK perlu mencontoh sikap Presiden Jokowi dalam merespon kritik terhadap lembaganya. Penembakan sinar laser yang memancarkan tag line 'berani jujur pecat' itu kan sebuah kritik berdasarkan cara pandang kelompok masyarakat sipil tertentu atas keadaan KPK saat ini terkait dengan pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat alih status," ujar Arsul, ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (23/7/2021).
Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga mengaku heran dengan pelaporan yang dilakukan KPK, sebab kritik yang dilakukan aktivis tersebut dilontarkan kepada lembaga dan bukannya personal.
Baca juga: HP OPPO TERBARU - Harga & Spesifikasi Oppo A53, Cocok buat yang Suka Selfie dan Game
Dia mencontohkan Presiden Jokowi yang bahkan dikritik personalnya justru mengambil sikap tidak melaporkan itu kepada kepolisian.
"Kritik (dari aktivis) itu juga tidak personal, melainkan kepada lembaga. Lha kritik terhadap Presiden yang ada muatan personalnya terhadap diri Pak Jokowi saja namun beliau tidak meresponnya dengan melaporkan atau mengadukan kepada Polri," kata Arsul.
Oleh karena itu, Wakil Ketua MPR RI itu menilai KPK tak perlu mengambil sikap dengan melaporkan hal tersebut kepada aparat penegak hukum.
Kecuali, kata Arsul, kritik tersebut diarahkan kepada personal, maka akan berbeda cerita.
"Hemat saya, tidak perlu juga KPK melakukan hal yang berbeda dengan melaporkan. DPR itu hampir tiap saat dikritik, dicela, dinista dengan berbagai ekspresi atau plesetan, kami 'menikmati'-nya saja. Kecuali kalau serangannya terhadap pribadi-pribadi, maka ya itu lebih pas kalau mau dilaporkan," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan peristiwa penembakan sinar laser ke Gedung Merah Putih.
Baca juga: TERORIS KKB Papua Osimin Wenda Pernah Serang Tito Karnavian, Tembak Mati 3 Polisi
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menerangkan, pelaporan dilakukan oleh melalui tim biro umum ke Polres Jakarta Selatan.
"Terkait peristiwa penyinaran laser ke arah Gedung KPK pada tanggal 28 Juni 2021 sekitar pukul 19.05 WIB oleh pihak ekternal, benar, KPK melalui biro umum telah melakukan koordinasi dan pelaporan kepada Polres Jakarta Selatan," terang Ali dalam keterangannya, Senin (19/7/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sinar-laser-di-gedung-kpk-tulisan-berani-jujur-pecat.jpg)