FAKTA LAIN Dokter Berani Masuk Kamar Presiden, Langsung Membunuhnya,Anehnya Pengawal tak Ada Terluka
pihak berwenang berhasil menangkap seorang dokter berusia 63 tahun asal Haiti yang sudah bekerja lebih dari 20 tahun di Florida, AS, ditangkap di Hait
TRIBUN-MEDAN.com - Beberapa waktu lalu dunia digemparkan dengan terbunuhnya presiden Haiti, Jovonel Moise di kamarnya.
Moise ditembak sebanyak 12 kali di kamarnya sekitar 01.00 PAda 7 Juli 2021 lalu.
Dari hasil penyelidikan pihak berwenang berhasil menangkap seorang dokter berusia 63 tahun asal Haiti yang sudah bekerja lebih dari 20 tahun di Florida, AS, ditangkap di Haiti.
Ia dicurigai menjadi salah satu pimpinan yang mengarahkan tim pembunuhan yang membunuh Presiden Haiti, Jovenel Moise, Minggu lalu.
Disampaikan oleh Leon Charles kepala kepolisian Haiti, pria yang ditangkap bernama Christian Emmanuel Sanon, nama yang paling sering disebut oleh para tersangka.
Penangkapan Sanon terjadi saat polisi Haiti bekerja sama dengan pihak berwenang Kolombia untuk mengungkap kematian Moïse, yang ditembak 12 kali di kamarnya sekitar pukul 01:00 pada tanggal 7 Juli.
Dokter ini dicurigai sebagai dokter gadungan, dan ditangkap kepolisian nasional Haiti guna mengurusi penyelidikan dalang di balik kelompok pembunuh yang terdiri dari 26 orang Kolombia dan 2 orang AS-Haiti.
Charles mengungkapkan, Sanon 'berhubungan dengan dua tersangka lain yang diyakini sebagai dalang pembunuhan Presiden Jovenel Moise,' seperti dikutip dari 24h.com.vn dari Miami Herald.
Sanon menjadi tersangka ketiga yang berhasil dibekuk polisi terkait pembunuhan Presiden Moise.
Sebelumnya adalah James Solages (35) dan Joseph G. Vincent (55), dua tersangka AS-Haiti dari Florida Selatan.
Mereka termasuk di antara 21 tersangka yang terlibat dalam pembunuhan Presiden Moise.
Pejabat Haiti mengungkapkan selama bersaksi, dua tersangka AS menyebut tujuan kelompok tersebut bukanlah untuk membunuh Moise tapi hanya menangkapnya.
Mereka ingin menangkap Presiden Moise untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh hakim di tahun 2019 dan membawa Moise ke Istana Kepresidenan.
Selanjutnya, dalam prosedur yang mereka rencanakan, Sanon akan dijadikan Presiden Haiti.
Sanon tiba di Haiti bulan Juli lalu lewat penerbangan pribadi dengan motivasi politik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/barang-bukti-senjata-yang-digunakan-untuk-menembak-mati-presiden-haiti.jpg)