ALASAN Malaysia Stop Vaksin Sinovac Setelah Muncul Varian Baru, Thailand Campur AstraZeneca

Munculnya varian baru virus Corona, mendorong Malaysia untuk menggunakan vaksin lain, setelah sebelumnya menggunakan Sinovac.

Editor: Salomo Tarigan
NICOLAS ASFOURI / AFP
Seorang ilmuwan menunjukkan vaksin eksperimental untuk virus Corona COVID-19 

kemanjurannya terhadap varian Covid-19 yang lebih menular.

Pekan ini, Thailand mengatakan akan menggabungkan vaksin Sinovac dosis pertama dengan AstraZeneca untuk dosis keduanya.

Sementara itu, Indonesia tengah merencanakan vaksin dosis ketiga atau

booster untuk para tenaga kesehatan setelah dua dosis Sinovac.

MULAI HARI INI Oppo Reno6 Sudah Bisa Dibeli, Harga Rp 5.199.000, Cek Spesifikasi Lengkap Reno6

Adapun vaksin lain yang disetujui Malaysia antara lain AstraZeneca, CanSino Biologic China (6185.HK) dan vaksin Johnson & Johnson (JNJ.N).

Malaysia pada Jumat juga berencana mengumumkan keputusannya apakah akan menambah vaksin Sinopharm China, kata para pejabat.

Memiliki 880.782 kasus infeksi dan 6.613 kematian sejauh ini, Malaysia merupakan

salah satu negara dengan tingkat infeksi per kapita tertinggi di Asia Tenggara.

Namun Malaysia juga menjadi salah satu negara dengan tingkat inokulasi tertinggi.

Yakni sekitar 26% dari 32 juta penduduknya menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

MULAI HARI INI Oppo Reno6 Sudah Bisa Dibeli, Harga Rp 5.199.000, Cek Spesifikasi Lengkap Reno6

Sebagian dikutip dari wartakota 

ALASAN Malaysia Stop Vaksin Sinovac Setelah Muncul Varian Baru, Thailand Campur AstraZeneca

Baca Selanjutnya: Astrazeneca

Baca Selanjutnya: Vaksin sinovac

Sumber: Warta kota
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved