ALASAN Malaysia Stop Vaksin Sinovac Setelah Muncul Varian Baru, Thailand Campur AstraZeneca

Munculnya varian baru virus Corona, mendorong Malaysia untuk menggunakan vaksin lain, setelah sebelumnya menggunakan Sinovac.

Editor: Salomo Tarigan
NICOLAS ASFOURI / AFP
Seorang ilmuwan menunjukkan vaksin eksperimental untuk virus Corona COVID-19 

TRIBUN-MEDAN.com -

Efektifitas vaksin Sinovac mulai diragukan setelah munculnya varian baru virus Corona.

Hal itu mendorong Malaysia untuk menggunakan vaksin lain, setelah sebelumnya menggunakan Sinovac.

Sementara Thailand akan mencampurkan vaksin Sinovac dan AstraZeneca sebagai upaya mengendalikan infeksi varian Delta yang telah picu lonjakan Covid-19 di negara ini.

MULAI HARI INI Oppo Reno6 Sudah Bisa Dibeli, Harga Rp 5.199.000, Cek Spesifikasi Lengkap Reno6

Dikutip dari BBC Indonesia, Kamis (15/7/2021), keputusan mencampurkan dua vaksin virus corona ini dilakukan setelah ratusan tenaga kesehatan tertular Covid-19, meskipun mereka telah menerima dosis penuh vaksin Sinovac.

Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul mengatakan bahwa warga Thailand akan mendapat vaksin AstraZeneca setelah diberikan dosis pertama vaksin Sinovac.

"Jarak pemberian kedua vaksin itu sekitar tiga sampai empat pekan," imbuh Anutin, dikutip BBC dari stasiun televisi Channel News Asia.

Indonesia sudah menggunakan vaksinasi tahap satu dan dua menggunakan Sinovac.

Namun, Malaysia akan berhenti menggunakan vaksin Covid-19 produksi Sinovac dari China setelah stoknya habis.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan saat ini negara sudah memiliki cukup banyak vaksin jenis lain untuk melanjutkan program vaksinasi.

Dilansir Reuters, kini Malaysia akan menggunakan vaksin mRNA dari Pfizer-BioNTech, buatan Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba dalam konferensi pers bersama pejabat tinggi kementerian lain pada Kamis (15/7/2021) kemarin.

Menurut pemerintah, saat ini Malaysia telah mengamankan sekitar 45 juta dosis vaksin Pfizer/BioNTech.

Jumlah ini cukup untuk menginokulasi 70% populasi, dibandingkan dengan 16 juta dosis Sinovac.

JADWAL Lengkap Seluruh Atlet Indonesia yang Tampil Di Ajang Olimpiade Tokyo 2020

"Sekitar setengah dari 16 juta (Sinovac) sudah didistribusikan, jadi sisanya akan digunakan untuk vaksin dosis kedua," kata Adham.

"Bagi yang belum divaksinasi, mereka akan menerima vaksin Pfizer," lanjutnya.

Menurut laporan Malay Mail, Menkes Adham mengatakan bahwa negara bagian Kelantan

akan berhenti memasok vaksin Sinovac dan beralih ke Pfizer, sementara negara bagian lain akan menyusul.

"Jadi itu (penggunaan vaksin Pfizer) dimulai di Kelantan dan segera negara bagian lain akan menyusul," katanya.

Sejalan dengan pernyataan itu, Direktur Kesehatan Kelantan, Dr Zaini Hussin

mengatakan pasokan vaksin Sinovac akan dihentikan pada akhir Juli.

"Mulai Minggu (18 Juli), semua pusat vaksinasi di Kelantan hanya akan diberikan

vaksin Sinovac dosis kedua yang cukup," katanya seperti dilansir Harian Metro pada Kamis (15/7/2021).

Dr Zaini dilaporkan mengatakan bahwa tidak akan ada lagi dosis pertama vaksin Sinovac yang diberikan mulai 13 Juli.

"Setelah ini, Kelantan hanya akan menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech," katanya sebagaimana dikutip, menurut laporan The Star.

Sebelumnya, pemerintah mengatakan telah mengamankan 12 juta dosis Sinovac.

Ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk perusahaan farmasi dalam negeri

Pharmaniaga, untuk melakukan proses pengisian dan penyelesaian vaksin untuk distribusi lokal.

Pengumuman Malaysia yang berhenti menggunakan Sinovac muncul di tengah kekhawatiran soal efektivitas vaksin asal China ini.

Saat ini vaksin Sinovac juga banyak mendapat pertanyaan perihal

kemanjurannya terhadap varian Covid-19 yang lebih menular.

Pekan ini, Thailand mengatakan akan menggabungkan vaksin Sinovac dosis pertama dengan AstraZeneca untuk dosis keduanya.

Sementara itu, Indonesia tengah merencanakan vaksin dosis ketiga atau

booster untuk para tenaga kesehatan setelah dua dosis Sinovac.

MULAI HARI INI Oppo Reno6 Sudah Bisa Dibeli, Harga Rp 5.199.000, Cek Spesifikasi Lengkap Reno6

Adapun vaksin lain yang disetujui Malaysia antara lain AstraZeneca, CanSino Biologic China (6185.HK) dan vaksin Johnson & Johnson (JNJ.N).

Malaysia pada Jumat juga berencana mengumumkan keputusannya apakah akan menambah vaksin Sinopharm China, kata para pejabat.

Memiliki 880.782 kasus infeksi dan 6.613 kematian sejauh ini, Malaysia merupakan

salah satu negara dengan tingkat infeksi per kapita tertinggi di Asia Tenggara.

Namun Malaysia juga menjadi salah satu negara dengan tingkat inokulasi tertinggi.

Yakni sekitar 26% dari 32 juta penduduknya menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

MULAI HARI INI Oppo Reno6 Sudah Bisa Dibeli, Harga Rp 5.199.000, Cek Spesifikasi Lengkap Reno6

Sebagian dikutip dari wartakota 

ALASAN Malaysia Stop Vaksin Sinovac Setelah Muncul Varian Baru, Thailand Campur AstraZeneca

Baca Selanjutnya: Astrazeneca

Baca Selanjutnya: Vaksin sinovac

Sumber: Warta kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved