ALASAN Malaysia Stop Vaksin Sinovac Setelah Muncul Varian Baru, Thailand Campur AstraZeneca

Munculnya varian baru virus Corona, mendorong Malaysia untuk menggunakan vaksin lain, setelah sebelumnya menggunakan Sinovac.

Editor: Salomo Tarigan
NICOLAS ASFOURI / AFP
Seorang ilmuwan menunjukkan vaksin eksperimental untuk virus Corona COVID-19 

"Bagi yang belum divaksinasi, mereka akan menerima vaksin Pfizer," lanjutnya.

Menurut laporan Malay Mail, Menkes Adham mengatakan bahwa negara bagian Kelantan

akan berhenti memasok vaksin Sinovac dan beralih ke Pfizer, sementara negara bagian lain akan menyusul.

"Jadi itu (penggunaan vaksin Pfizer) dimulai di Kelantan dan segera negara bagian lain akan menyusul," katanya.

Sejalan dengan pernyataan itu, Direktur Kesehatan Kelantan, Dr Zaini Hussin

mengatakan pasokan vaksin Sinovac akan dihentikan pada akhir Juli.

"Mulai Minggu (18 Juli), semua pusat vaksinasi di Kelantan hanya akan diberikan

vaksin Sinovac dosis kedua yang cukup," katanya seperti dilansir Harian Metro pada Kamis (15/7/2021).

Dr Zaini dilaporkan mengatakan bahwa tidak akan ada lagi dosis pertama vaksin Sinovac yang diberikan mulai 13 Juli.

"Setelah ini, Kelantan hanya akan menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech," katanya sebagaimana dikutip, menurut laporan The Star.

Sebelumnya, pemerintah mengatakan telah mengamankan 12 juta dosis Sinovac.

Ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk perusahaan farmasi dalam negeri

Pharmaniaga, untuk melakukan proses pengisian dan penyelesaian vaksin untuk distribusi lokal.

Pengumuman Malaysia yang berhenti menggunakan Sinovac muncul di tengah kekhawatiran soal efektivitas vaksin asal China ini.

Saat ini vaksin Sinovac juga banyak mendapat pertanyaan perihal

Sumber: Warta kota
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved