Ternyata Ini Penyebab Indonesia Jadi Sorotan Dunia Terkait Lonjakan Kasus Covid-19

Baru-baru ini, sebuah laporan menyoroti lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang dianggap sudah sangat memprihatinkan.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Peziarah berdoa di pemakaman khusus Covid-19, di Simalingkar B, Medan, Sabtu (10/3/2021). Menjelang Ramadan, umat Islam melakukan tradisi ziarah kubur mendoakan sanak keluarga dan kerabat yang telah wafat. 

Banyaknya kasus infeksi Covid-19 membuat dokter di sini mendirikan ruang gawat darurat di halaman depan rumah sakit, sedangkan bangunan utama digunakan untuk mengisolasi pasien.

RS Slamet Martodirdjo dapat memproduksi oksigen cair sendiri di tempat.

Namun tangki oksigen cadangan tetap diperlukan untuk mempertahankan hidup pasien yang dirawat di luar ruang gawat darurat.

Selain itu, stok obat remdesivir yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 di fasilitas ini juga sudah habis.

"Kami biasanya menggunakan remdesivir untuk mengobati kasus kritis karena Covid-19. Kami sudah kehabisan persediaan obat ini sejak 10 hari terakhir," kata dr Syaiful.

Rumah sakit ini juga mengalami kekurangan staf medis yang serius, setelah 10 dokter di sini dinyatakan positif Covid-19.

Menurut dr Syaiful, banyak pasien yang dirawat di rumah sakit dalam dua minggu terakhir mengalami kekurangan oksigen yang mendesak.

Peziarah berdoa di pemakaman khusus Covid-19, di Simalingkar B, Medan, Sabtu (10/3/2021). Menjelang Ramadan, umat Islam melakukan tradisi ziarah kubur mendoakan sanak keluarga dan kerabat yang telah wafat.
Peziarah berdoa di pemakaman khusus Covid-19, di Simalingkar B, Medan, Sabtu (10/3/2021). Menjelang Ramadan, umat Islam melakukan tradisi ziarah kubur mendoakan sanak keluarga dan kerabat yang telah wafat. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

"Dalam dua pekan terakhir, 50 pasien meninggal akibat Covid-19 di sini. Sebagian besar hanya dirawat di rumah sakit dalam waktu 24 jam," kata dr Syaiful.

"Kita perlu mendirikan lebih banyak rumah sakit lapangan dengan staf dan peralatan medis yang memadai untuk dapat merawat pasien dalam konteks tingkat infeksi yang cepat saat ini," tambahnya.

Di fasilitas kesehatan lain di pulau Jawa, situasinya tidak lebih baik.

Banon Sukoandari, Direktur Pelayanan Medik RS Palang Merah Kota Bogor, mengatakan rumah sakit tersebut juga menghadapi kekurangan tenaga medis, suplai oksigen dan peralatan yang digunakan dalam diagnosis dan pengobatan.

Pak Banon mengatakan yang paling dibutuhkan rumah sakit adalah masker medis N95.

Menurut Ikatan Dokter Indonesia, sejauh ini, total 405 dokter telah meninggal sejak wabah di negara Asia Tenggara itu.

(*/ Tribun-Medan.com)

Artikel ini sudah tayang di Bangka Pos

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved