Berita Viral
Terseret dalam Perang Iran, AS Jatuhkan Sanksi pada Kilang Minyak China
AS menjatuhkan sanksi pada kilang minyak "kecilan" independen di China, karena membeli minyak Iran senilai miliaran dolar.
TRIBUN-MEDAN.COM - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada salah satu kilang minyak China, karena diduga membeli minyak Iran senilai miliaran dolar di atas harga minyak Brent internasional. Hal itu dianggap membantu Iran di tengah eskalasi di Teluk.
Pemerintahan Donald Trump melalui Departemen Keuangan menargetkan Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery Co, yang menurut mereka merupakan salah satu pelanggan terbesar minyak mentah dan produk petroleum Iran.
Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan mengatakan mereka juga menjatuhkan sanksi kepada sekitar 40 perusahaan pelayaran dan kapal yang beroperasi sebagai bagian dari armada bayangan Iran.
Tahun lalu, pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan kecil seperti Hebei Xinhai Chemical Group, Shandong Shouguang Luqing Petrochemical, dan Shandong Shengxing Chemical.
Sebagaimana dilaporkan, lebih dari 2.000 lokasi infrastruktur listrik Iran jadi sasaran serangan AS-Israel.
Hal itu menciptakan beberapa kendala bagi kilang minyak, termasuk dalam hal menerima minyak mentah dan memaksa mereka untuk menjual produk olahan dengan nama yang berbeda.
Kemudian, kilang-kilang kecil (Teapots) menyumbang sekitar seperempat dari kapasitas kilang minyak di Tiongkok, beroperasi dengan margin yang sempit dan terkadang negatif, serta baru-baru ini tertekan oleh permintaan domestik yang lesu.
Sanksi AS, yang memblokir aset mereka yang dikenai sanksi dan mencegah warga Amerika melakukan bisnis dengan mereka, telah menghalangi beberapa perusahaan penyulingan independen yang lebih besar untuk membeli minyak Iran.
Sebagaimana diketahui, China membeli lebih dari 80 persen minyak Iran yang diekspor, menurut data tahun 2025 dari perusahaan analisis Kpler.
Namun, para ahli sanksi telah lama mengatakan bahwa kilang-kilang independen agak kebal terhadap dampak penuh sanksi AS karena mereka memiliki sedikit keterpaparan terhadap sistem keuangan AS.
Mereka mengatakan, pemberlakuan sanksi terhadap bank-bank China yang membantu memfasilitasi pembelian tersebut akan berdampak lebih besar pada pembelian minyak Iran.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan AS sedang memberlakukan "cekikan finansial" terhadap pemerintah Iran.
"Departemen Keuangan akan terus mempersempit jaringan kapal, perantara, dan pembeli yang diandalkan Iran untuk mengangkut minyaknya ke pasar global," kata Bessent, Jumat (24/4/2026), dilansir Al Arabiya.
Sementara itu, Bessent mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih pada 15 April bahwa Departemen Keuangan telah mengirim surat kepada dua bank Tiongkok dan "mengatakan kepada mereka bahwa jika kami dapat membuktikan bahwa ada uang Iran yang mengalir melalui rekening Anda, maka kami bersedia untuk memberlakukan sanksi sekunder."
Ketegangan antara AS dan Iran secara efektif telah mencekik hampir semua ekspor melalui selat tersebut - tempat 20 persen minyak dunia yang diperdagangkan melewatinya pada masa damai - tanpa ada tanda-tanda akan berakhir.
AS sanksi kilang minyak China
perang Iran-Amerika Serikat
Trump Peringatkan China
China Minta Warganya Keluar dari Iran
| PENGAKUAN Netanyahu Idap Kanker Prostat Stadium Awal, Penyakit Ini Sudah Dialami Selama 2 Tahun |
|
|---|
| PILU Anak di Daycare Little Aresha Diduga Alami Kekerasan, Foto Kaki Terikat Viral, Ada yang Luka |
|
|---|
| ISI LENGKAP 3 Rekomendasi Reformasi Politik KPK ke Prabowo, Nasdem Minta KPK Jangan Urusi Parpol |
|
|---|
| SOPIR Angkot Dibakar Temannya Cuma Gegara Masalah Antrean Ngetem, Polisi Masih Buru Pelaku |
|
|---|
| Awal Mula Terbongkar Daycare di Jogja Siksa Anak-anak, Tangan Kaki Diikat, Seharian Cuma Pakai Popok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Donald-Trump-amerika-presiden.jpg)