MASIH Ingat Ribka Tjiptaning, Dokter Kritik Negara Bisnis Vaksin dan Obat, Ujung-ujungnya Jualan

Polemik penjualan vaksin gotong royong mengingatkan kembali kata-kata Ribka Tjiptaning yang mengkritik soal vaksin Covid-19.

Editor: Salomo Tarigan
Tribun Medan
Politisi PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning menolak divaksin Covid-19. 

TRIBUN-MEDAN.com - Polemik penjualan vaksin gotong royong mengingatkan kembali kata-kata Ribka Tjiptaning yang mengkritik soal vaksin Covid-19.

Ribka Tjiptaning juga berani mengkritik pemerintahan Jokowi, dengan menyebut negara tidak boleh berbisnis dalam situasi seperti sekarang ini.

". . .Ujung-ujungnya Jualan"

Ya, begitulah kritik pedas dokter Ribka Tjiptaning pada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.  

Saat waktu itu Ribka Tjiptaning,Anggota DPR itu, mengungkit soal Vaksin Covid-19 'yang ujung-ujungnya jualan'.

Bakkan sekarang bukan cuma vaksin, obat covid-19 yang diperjualbelikan juga jadi polemik.

Kolase foto Presiden RI Joko Widodo dan Ribka Tjiptaning Proletariyati
Kolase foto Presiden RI Joko Widodo dan Ribka Tjiptaning Proletariyati (TRIBUN JATENG)

Terkait hal tersebut kini vaksin Covid-19 dijual.

Baca juga: SIAPA SOSOK dr Lois Owien yang Ditangkap Polisi, dr Tirta Sudah Peringatkan, Lois tak Percaya Covid

Di tengah-tengah polemi rencana menjual vaksin gotong royong, teringat kritikan legislator DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, Ribka Tjiptaning.

Kala itu Ribka Tjiptaning meragukan vaksin Covid-19 Sinovac yang akan dibeli kementerian Kesehatan.

Tak hanya itu, Ribka pun mencecar menteri kesehatan, Budi Gunadi Sadikin agar vaksin tidak dikomersialisasikan.

Diketahui, hal itu disampaikan saat rapat Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan pada Selasa (12/1/2021).

"Saya cuma mengingatkan nih, kepada menteri, negara tidak boleh berbisnis dengan rakyatnya. Tidak boleh, mau alasan apa saja tidak boleh," kata Ribka.

Baca juga: BERITA TERKINI Nia Ramadhani - Ardi Dipindahkan ke Panti Rehab, Alasan Polisi Tersangka tak Ditahan

Menurut Ribka, sejak awal pandemi Covid-19, berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan rawan disalahgunakan untuk kepentingan bisnis.

Ia menyebut soal alat pelindung diri (APD) hingga tes Covid-19.

"Dari Maret lalu saya sudah ngomong dalam rapat ini, begitu Covid-19 ini ujung-ujungnya jualan obat, jualan vaksin. Habis ini karena sekarang sudah bukan masanya APD, nanti ramai (soal) obat," ucapnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved