Terkait Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Medan Tunggu Keputusan Gubernur Sumatera Utara

Ia menuturkan, berdasarkan arahan Gubernur, Pemerintah Kabupaten/Kota hanya mempersiapkan pembelajaran tatap muka.

Tayang:
Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ RECHTIN
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat memberikan statement 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution mengaku masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat dan Gubernur Sumatera Utara terkait jadi atau tidaknya pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021 mendatang.

Menurutnya, saat ini yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan adalah mempersiapkan sarana dan prasarana jika nanti pembelajaran tatap muka dilakukan.

Baca juga: Bank Mandiri Medan Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Posisi Admin Collection & Recovery

"Kami Pemerintah Kota Medan hanya menyiapkan, apabila nanti dikatakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara seperti apa keputusannya. Kita Pemerintah Daerah harus menyiapkan, jika nanti memang dilakukan sekolah tatap muka," ujarnya, Senin (28/6/2021).

Ia menuturkan, berdasarkan arahan Gubernur, Pemerintah Kabupaten/Kota hanya mempersiapkan pembelajaran tatap muka.

Namun keputusannya ada di Pemerintah Provinsi.

"Kalau sudah mendekati Juli kami tidak melakukan persiapan berarti kami yang salah karena itu tanggung jawab kami," tuturnya.

Ia pun mengatakan meskipun nanti jika pembelajaran tatap muka diperbolehkan, orang tua siswa tetap memiliki pilihan. Apakah mau tetap belajar daring atau tatap muka.

"Ketika nanti sekolah tatap muka dilakukan kami hanya menyiapkan sarana prasarananya. Itu tetap tergantung pilihan orang tua. Masalah dia mau anaknya sekolah pakai daring atau tatap muka. Itu pilihan orang tua,"

Baca juga: TERUNGKAP Identitas Pengemudi Pajero Arogan Pukul Sopir Truk, Diketahui Berkat Kamera ETLE 

"Makanya saya sampaikan juga kepada sekolah-sekolah selain menyiapkan sarana prasarana, tolong informasikan ke orang tua murid ataupun calon orang tua murid bagaimana kondisi Covid-19 di daerah masing-masing.

Dan itu harus bekerjasama antar Kepala Sekolah, Camat, Kepala Lingkungan, Lurah, jelaskan bagaiamana kondisi Covid-19 di daerah itu apakah zona merah, orange, atau kuning," terangnya.

Dikatakannya, jika nanti jelang tahun ajaran baru jumlah kasus meningkat, maka sekolah tatap muka akan ditunda terlebih dahulu.

"Nah ini kami hanya mempersiapkan sarana dan prasarana nya. Kalau nanti kasus Covid-19 terus menanjak sudah pasti kita sarankan jangan.

Sarana prasarana wajib kita siapkan," katanya.

"Kita menunggu kemarin hasil rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Sumatera Utara, kami Pemerintah Daerah yang hadir di situ diminta mempersiapkan pembelajaran tatap muka. Pemerintah wajib mempersiapkan sarana prasarana. Kita kalau disuruh jangan tatap muka ya kita ikuti demi kebaikan," tambahnya.

Menurut Bobby, sarana prasarana yang disiapkan bukan hanya di dalam sekolah tapi juga di luar sekolah seperti bagaimana sarana angkutan umum yang nanti digunakan oleh siswa-siswi.

Baca juga: Cabai Merah Jadi Penentu Inflasi di Sumut, BI Sarankan OPD Produksi Cabai Olahan

"Kalau di dalam lingkungan sekolah kami rasa sudah cukup, tapi tidak mungkin semua sekolah ya. Saya sudah sampaikan apabila tidak memungkinkan tidak usah,"

"Tapi tidak hanya di lingkungan sekolah saja sarana itu dipersiapkan, di luar sekolah kayak nanti angkutan umumnya, angkotnya harus dipersiapkan. Jangan pulak di dalam sekolah tidak tertular pas naik angkot tertular.

Nah ini juga nanti setelah mendekati belajar tatap muka rajia ataupun pengetatan protokol kesehatan angkutan umum nanti akan kita lakukan ke depannya," pungkasnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved