Dianggap Covidkan Bayi dan Pelayanan Buruk, Ini Jawaban Direktur RSUD Pirngadi
Dia katakan bayi masuk ke Pringadi sore hari dengan kondisi sangat lemah. Disampaikan bahwa soal bayi yang dicovidkan.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktur RSUD Pringadi Suryadi Panjaitan menanggapi keluhan orangtua bayi yang dicovidkan dan mengaku mendapatkan pelayanan buruk saat RDP di kantor DPRD Kota Medan, Senin (28/6/2021).
"Kami mengucapkan turut berduka cita meski bayi itu tidak meninggal di RSUD Pirngadi. Kami sampaikan bahwa prinsipnya rumah sakit tidak mau menelantarkan pasien. Apalagi rumah sakit Pirngadi," kata Suryadi.
Dia katakan bayi masuk ke Pringadi sore hari dengan kondisi sangat lemah.
Disampaikan bahwa soal bayi yang dicovidkan dan masalah infus adalah salah paham.
Baca juga: Sopir Pajero Terancam 3 Hukuman Berlapis karena Rusak hingga Aniaya Sopir Kontainer
"Ia katakan standar untuk dokter spesialis memang pasien harus di Rapid Antibodi. Itu pun namanya reaktif bukan positif Covid-19. Artinya reaktif belum tentu positif makanya diperiksa Rapid Antigen selanjutnya," ujarnya.
Kedua, soal selang infus yang engga ada. Memang pasien yang berusia 22 hari dengan kondisi ususnya yang membengkak. Sehingga perlu penanganan medis segera dengan operasi.
"Nah, awalnya kan diinfus dari tangan, tapi kerena ususnya sudah tersumbat jadi tidak bisa dari situ lagi. Makanya mau dipindahkan infusnya dari pembuluh darah sekitar leher. Tapi saat ditanya ke rumah sakit lain engga ada," ujarnya.
"Udahlah kami bawa lagi ke ruangan dan orang ruangan mampu memasang itu melalui infus tangan. Nah setelah itu kita anjurkan lah ulang operasi. Tetapi keluarga tidak mau. Dibujuk tapi tetap tidak mau," lanjutnya.
Dia pun menjelaskan mendapati kondisi itu, pihaknya pun menuruti permintaan orangtua untuk tidak melakukan operasi.
"Sebenarnya, tidak ada yang mau dipersoalkan karena tim kami sudah siap melakukan operasi. Kami siap mau Covid-19 atau tidak. Hanya beda ruangan aja. Tetapi penanganannya sama. Obat dan tindakannya juga sama. Jadi ini hanya persoalan komunikasi," ucapnya.
Sebelumnya, dari pihak orangtua Annisa menjelaskan setidaknya ada dua keluhan terhadap pelayanan di RSUD Pirngadi.
Baca juga: Terkait Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Medan Tunggu Keputusan Gubernur Sumatera Utara
Pertama soal bayi yang dicovidkan, padahal belum 24 jam bayi tersebut telah di Tes Antigen dan hasilnya negatif di RS Stella Maris.
Kedua, soal selang infus yang tidak tersedia. Padahal pihak RSUD Pirngadi sejak awal sudah mengatakan akan melakukan operasi karena kondisi pasien yang kritis.
Menurutnya, tidak wajar selang infus tidak ada. Sebab, itu menandakan pihak RSUD Pirngadi tidak mempersiapkan alat sebelum operasi mau dilakukan.
(cr8/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/direktur-rsud-pringadi-suryadi-panjaitan-menanggapi-keluhan-orangtua-bayi-yang-dicovidkan.jpg)