Bukit Holbung, Jadi Lokasi Favorit Traveler, Cocok untuk Tempat Camping Di Akhir Pekan
Tempat ini merupakan salah satu lokasi paling strategis untuk menghabiskan waktu dengan berkemah baik bersama orang terkasih maupun rekan.
TRIBUN-MEDAN.com,DANAUTOBA-Bukit Holbung, mendengar nama tempat yang satu ini, traveler pasti membayangkan keindahan bukit gundul yang dipenuhi Padang rumput hijau, pemandangan alam yang indah, dan tentu saja Danau Toba.
Bukit yang berada di Huta Holbung, Samosir, ini kian menjadi favorit bagi para pendaki.
Tempat ini merupakan salah satu lokasi paling strategis untuk menghabiskan waktu dengan berkemah baik bersama orang terkasih maupun rekan.
Huta Holbung merupakan sebuah desa yang berada di Kabupaten Samosir.
Desa Holbung ini dikenal memiliki suasana yang cukup tenang dan nyaman.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan, untuk jumlah penduduknya juga belum terlalu banyak yakni sekitar 500 penduduk.
Banyak wisatawan yang datang untuk sekedar melepas penat dan lokasi yang paling banyak digemari adalah area perbukitan hijau ini.
Untuk dapat bermain ke area wisata ini, biaya yang dikeluarkan cukup terjangkau.
Baca juga: Viral Ibu Curhat Tak Tega Lihat Anak Bayinya Dikerok Karena Sakit
Retribusi tenda bukan merupakan biaya penyewaan tenda melainkan biaya untuk keamanan saat berkemah yakni Rp 5 ribu.
Di tempat ini anda akan sekedar menyaksikan fenomena alam semata, baik sunset maupun sunrise.
Pengunjung juga dapat melakukan beragam aktivitas menyenangkan ketika berada di sini.
Untuk perjalanan menuju puncak bukit memang cukup menguras tenaga dan waktu.
Perlu sekitar 10 sampai 15 menit untuk bisa sampai ke puncak bukit melewati jalan setapak yang telah disemen dengan pemandangan ilalang di sisi-sisinya.
Ketika berada di puncak, maka perjalanan yang cukup melelahkan itu akan dibayar lunas oleh pemandangan alamnya.
Banyak pendaki sengaja datang ke sini untuk berkemah dengan menyaksikan matahari terbit dan tenggelam.
Dengan api unggun, secangkir teh atau kopi, menambah kenikmatan dalam berkemah.
Baca juga: Profil Aulia Rachman, Wakil Wali Kota Medan yang Berlatarbelakang Pengusaha
Merasakan nikmatnya udara malam dari ketinggian bukit sembari menyaksikan keindahan alam sekitar.
Lokasi yang paling sering digunakan untuk berkemah adalah puncak-puncak terdekat dari pintu masuk.
Meski tak menutup kemungkinan ada pendaki yang membangun tendanya di puncak terakhir
Sayangnya belum ada penyewaan tenda di objek wisata ini, sehingga pengunjung yang ingin berkemah perlu menyiapkan dan membawa tendanya sendiri.
Informasi tambahan yang berhasil dihimpun Tribun Medan, Bukit Holbung ini mempunyai julukan saudara Kembar Bukit Padar di Labuan Bajo.
Walau tidak identik namun keindahan alam yang disajikan cukup serupa, bukit rumput yang memanjang dengan jurang yang curam menyusur danau di sisinya mampu mengingatkan pengunjung pada Bukit Padar.
Bukit Holbung sebenarnya telah ada sejak lama, usia bukit ini telah mencapai 200 tahun.
Baca juga: Terekam CCTV Memeluk Cium Ajudan, Menteri Inggris Undur Diri dari Jabatan
Kendati demikian, keindahan alam yang disuguhkan tetap terjaga sampai sekarang.
Salah seorang pengunjung, Khairuna Utami mengatakan bahwa ini kali pertama dirinya menyambangi bukit yang menjadi pembicara hangat untuk berkemah.
"Saya berkemah bersama adik dan keluarga. Di sini, begitu cantik pemandangannya. Dan yang utama bisa melepas penat dari aktivitas sehari-hari," ujarnya, Minggu (27/6/2021).
Masih dikatakan Khairuna atau yang karib disapa Una, ia sengaja memilih akhir pekan dikarenakan waktu libur kerja.
"Ya memang akhir pekan bisanya. Dan ternyata ramai juga dikunjungi traveler lainnya. Jadi di sana kita dapat menikmati matahari terbit dan tenggelam. Jangan lupa bawa jaket, karena udara cukup dingin pada malam harinya," ungkapnya.
Baca juga: Resep Mudah Membuat Pastel Kering Isi Abon, Cemilan Nikmat dan Renyah
Sementara beberapa cerita mitos yang didapat, ternyata Bukit Holbung mempunyai cerita lainnya.
Konon bagi siapapun yang berhasil mendaki hingga ke puncak di bukit ke delapan, maka perjalanan cintanya akan mulus.
Terdengar mudah namun perlu waktu tempuh dan tenaga yang tidak sedikit untuk bisa menyelesaikan misi ini.
(mft/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/salah-seorang-pengunjung-khairuna-utami-saat-berada-di-bukit-holbung-sumatera-utara.jpg)