Pria 72 Tahun Ini 42 Kali Positif Covid-19 dan 7 Kali Dirawat, Istrinya Sampai Atur Pemakaman 5 Kali

Seorang pria terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 42 kali, 7 kali rawat inap dan 10 bulan pengobatan persisten.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
eva.vn
Pria ini terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 42 kali, 7 kali rawat inap dan 10 bulan pengobatan persisten. 

“Beberapa sangat sakit dan meninggal dunia. Tetapi beberapa kambuh lagi dan lagi. Kita tahu bahwa pasien ini memiliki mutasi yang mirip dengan yang terlibat pada beberapa varian baru.”

Baca juga: Meski Tak Pernah Kontak dengan Pasien Covid-19, Penelitian Ini Ungkap Cara Lain Penyebaran Virus

Baca juga: Heboh Ivermectin Obat Terapi Covid-19, Ternyata Corona Hilang Cuma dengan Terapi Sederhana Ini

Seperti Dave, kebanyakan orang yang terinfeksi ulang dengan Covid-19 memiliki tingkat antibodi penetral virus yang rendah karena pengobatan kanker darah sebelumnya.

Atau karena kondisi genetik yang menyebabkan sel penghasil antibodi mereka gagal.

Sebelumnya pada tahun 2019, Dave telah menjalani kemoterapi untuk mengobati leukemia dan kanker darah ini sembuh total ketika ia terjangkit Covid-19 pada Maret 2020.

“Saya benar-benar kehabisan energi dan kehilangan indra penciuman saya. Tapi saya tidak dites sampai April ketika saya dirawat di rumah sakit karena infeksi paru-paru.” Kenang Dave.

Dave dipulangkan setelah diobati dengan antibiotik, tetapi merasa tidak enak badan dan tidak boleh meninggalkan rumah.

Pada bulan Juli, dia kembali dirawat di rumah sakit karena kesehatannya yang buruk.

Saat dites, ia ternyata positif Covid-19 lagi.

Pria ini terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 42 kali, 7 kali rawat inap dan 10 bulan pengobatan persisten.
Pria ini terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 42 kali, 7 kali rawat inap dan 10 bulan pengobatan persisten. (eva.vn)

Infeksi paru-paru Dave berlanjut, kesehatannya kadang membaik, tetapi kemudian memburuk lagi.

Dia tidak boleh keluar rumah, menderita anoreksia dan berat badannya turun dari 117 kh menjadi hanya 63 kg.

“Ada saat saya terbaring di tempat tidur selama 2-3 bulan. Istri saya harus memandikan dan mencukur saya di tempat tidur karena saya tidak bisa bangun.”

“Saya berharap saya mati di malam hari karena saya tidak ingin hidup lagi. Kau merasa takut hidup lebih dari takut mati.” Kata Dave.

Titik balik datang ketika para dokter memutuskan untuk mencoba terapi antibodi Regeneron kepada Dave.

Baca juga: Cuma Satu Permintaan Presiden Jokowi kepada Masyarakat, Tetap di Rumah untuk Hindari Covid-19

Baca juga: PPKM Mikro di 10 Daerah di Sumut Diperpanjang, Per 22 Juni Ada 105 Kasus Positif Covid-19

Kesehatan Dave tidak segera membaik, tetapi berkembang dengan baik di minggu-minggu berikutnya.

Dia mampu berjalan tanpa bantuan, berpakaian sendiri dan naik turun tangga sendiri.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved