Dapat Pelecehan Seksual dari Ayahnya, Gadis Ini Lapor Ibu, Bukannya Selamat Malah Alami Nasib Tragis

Seorang gadis 17 tahun mengungkapkan tentang tindak kekerasan seksual yang ia alami dari ayahnya. Berpikir dia akan mendapatkan bantuan dari ibunya,

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
eva.vn
Seorang gadis 17 tahun mengungkapkan tentang tindak kekerasan seksual yang ia alami dari ayahnya. Berpikir dia akan mendapatkan bantuan dari ibunya, ia malah menerima akhir yang tragis. 

Sejak itu, tidak ada yang melihat atau mengetahui keberadaan Bea.

Pada Juli 2020, pasangan Scott dan Sarah melaporkan ke polisi bahwa putri mereka hilang.

Mereka mengatakan Bea sedang dalam perjalanan pulang dari rumah kakek-neneknya ketika dia melompat keluar dari mobil ketika Scott menepi.

Seorang gadis 17 tahun mengungkapkan tentang tindak kekerasan seksual yang ia alami dari ayahnya. Berpikir dia akan mendapatkan bantuan dari ibunya, ia malah menerima akhir yang tragis.
Seorang gadis 17 tahun mengungkapkan tentang tindak kekerasan seksual yang ia alami dari ayahnya. Berpikir dia akan mendapatkan bantuan dari ibunya, ia malah menerima akhir yang tragis. Foto Scott dan Sarah.  (eva.vn)

Kemudian gadis itu melarikan diri dan mereka tidak dapat menemukannya lagi.

Namun, belakangan polisi menemukan sejumlah informasi yang mencurigakan.

Catatan telepon menunjukkan bahwa setelah meninggalkan rumah kakek-neneknya, telepon Bea dimatikan selama sekitar satu setengah jam.

Setelah itu, ponsel gadis ini dihidupkan dan masih berkirim pesan dan berkomunikasi dengan teman, kenalan, mengobrol seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Faktanya, pesan-pesan ini berasal dari Scott dan istrinya Sarah yang menyamar sebagai putri mereka.

Pasangan itu menggunakan ponsel putrinya untuk mengirim pesan teks dan berpura-pura bahwa Bea masih hidup dan bersembunyi di suatu tempat.

Baca juga: Selebgram Bekah Marah Dapat Pelecehan Seksual, Speak Up lewat Posting Foto Dirinya saat Dilecehkan

Baca juga: Wanita 60 Tahun Alami Pelecehan Seksual dan Perampokan di Jalan, Modusnya Tanya Jam Lalu Rampas HP

Baru-baru ini, Cambridge Crown Court membuka persidangan pasangan Scott dan Sarah.

Jaksa Lisa Wilding QC mengatakan, tindakan menggunakan ponsel putrinya untuk mengirim pesan kepada orang-orang yang membuat pasangan ini melakuan kesalahan besar.

Lisa mengatakan, “Selama beberapa hari terakhir, Scott dan Sarah telah meretas akun media sosial Bea, mengirim pesan dari teleponnya yang masih mereka pegang.”

“Mereka menyamar menjadi Bea untuk berbicara dengan teman-temannya dan berbohong kepada orang-orang yang ada di sekitar mereka, termasuk saudara Bea.”

Mereka menyembunyikan hilangnya Bea dari semua orang dan dengan sengaja membuat jejak palsu tentang waktu dan tempat dia pergi.

Mereka mengalihkan penyelidikan atas hilangnya Bea cukup lama dan cukup baik sehingga tidak ada yang menemukan mayat Bea.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved