Bau Busuk Menyengat Akibat Sampah Dua Minggu tak Diangkut Petugas Kebersihan Pemkab Sergai
Warga mengeluhkan penumpukan sampah yang terjadi dua minggu belakangan, karena petugas kebersihan tak kunjung mengangkutnya
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,RAMPAH-Warga Seirampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) komplain pada Pemkab Sergai.
Pasalnya, bau busuk menyengat akibat sampah dua minggu tak diangkut petugas kebersihan Pemkab Sergai.
Pantauan www.tribun-medan.com, sampah dibiarkan menumpuk di keranjang yang ada di pinggir jalan.
"Sudah dua minggu belum diangkut. Sudah dikasih tahu, tapi dogil (keras kepala)," kata Elvi, warga Desa Sei Rampah, Senin (14/6/2021).
Elvi mengatakan, padahal tiap bulan mereka bayar iuran sampah sebesar Rp 30 ribu.
Baca juga: 100 Hari Kerja Bobby Nasution, SAHdaR Soroti Polemik Sampah di Kota Medan
"Tapi ngangkut sampahnya lama kali," kesal Evi.
Senada disampaikan warga lainnya Rahmad Hidayat.
Dia mengatakan, karena lambannya kerja petugas kebersihan, tak sedikit warga yang marah-marah.
"Bisa sampai 10 hari belum juga diangkat seperti yang sekarang inilah. Sudah kita bilang sama petugas, cuma dijawab iya-iya saja tapi lewat juga. Saya sebulan bayar Rp 30 ribu, setahun Rp 360 ribu juga," kata Rahmad Hidayat.
Menanggapi hal ini, Radius Tambunan, Kabid Pengolahan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sergai beralasan pihaknya kekurangan armada angkut sampah.
Baca juga: Sejak Dikelola Kecamatan, Pengangkatan Sampah Lebih Cepat dan Terkontrol
Untuk satu kabupaten yang terdiri dari 17 kecamatan, mereka hanya memiliki 8 unit truk pengangkut sampah.
"Sebenarnya sembilan unit truk kami, tapi ada dua unit yang rusak jadi ada 7 unit tinggal yang bagus. Satu unit lagi itupun kita pinjam dari Dinas PUPR makanya bisa 8 unit jumlahnya," kata Radius.
Dia mengatakan, saat ini satu truk bisa menangani tiga kecamatan.
Kemudian, lambannya pengangkutan sampah karena adanya penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Belidaan di Desa Cempedak Lobang, Seirampah pada Februari lalu.
Sehingga, mereka sekarang ini membuang sampah ke lokasi yang agak jauh, yakni di TPA kawasan Batang Tetap Perbaungan.
"Kalau dulu bisa beberapa kali diangkut sampah, sekarang karena jauh hanya bisa sekali setiap hari," kata Radius.(dra/tribun-medan.com).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sampah-menumpuk-di-seirampah.jpg)