Nasib 3 Jenderal Berani Marah Bahkan Pernah Tempeleng Soeharto

Tak ada yang menyangka, nasib 3 jenderal berani tampar dan memarahi Soeharto bakalan begini jadinya.

ARSIP FOTO KOMPAS / JB SURATNO
Jenderal Besar Soeharto berbincang dengan Jenderal Besar AH Nasution, sesaat sebelum menerima ucapan selamat pada acara silaturahmi di Istana Negara, Jakarta, Minggu (5/10/2007) siang. 

Soeharto dianggap telah menggunakan institusi militernya untuk mengumpulkan uang dari perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah.

Baca juga: Menantu Soeharto Mayangsari Pamer Penampilan Casual Pakai Jeans Robek Bak ABG, Tenteng Tas Mahal Ini

Baca juga: Letjen TNI (Purn) Doni Monardo Resmi Menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Inalum

“Sebagai Penguasa Perang, saya merasa ada wewenang mengambil keputusan darurat untuk kepentingan rakyat, ialah dengan barter gula dengan beras. Saya tugasi Bob Hasan melaksanakan barter ke Singapura, dengan catatan beras harus datang lebih dahulu ke Semarang,” demikian pengakuan Soeharto dalam Pikiran Ucapan dan Tindakan Saya (1989).

Namun Soeharto diselamatkan Mayjend Gatot Subroto.

Menurut Gatot, Soeharto masih bisa dibina.

Akhirnya, Soeharto pun disekolahkan di Seskoad di Bandung.

Akhir Hayat Jenderal Nasution yang Menyedihkan

Nasib Jenderal AH Nasution dan Jenderal Ahmad Yani berbeda saat terjadi peristiwa penculikan jenderal AD, 30 September 1965.

Ahmad Yani tewas sementara AH Nasution berhasil melarikan diri.

Jenderal AH Nasution (Kiri), Soekarno dan Soeharto (Kanan)
Jenderal AH Nasution (Kiri), Soekarno dan Soeharto (Kanan) (Ist)

Namun Nasution harus kehilangan putrinya Ade Irma Suryani.

Nasution masih hidup hingga tahun 2000.

Selepas menjadi Ketua MPRS dan melantik Soeharto sebagai presiden ke-2 kariernya meredup.

Di orde baru Nasution nyaris tak kebagian peran mengurus negara.

Yang terjadi malah ia dicekal orde baru.

Nasution juga tidak boleh muncul dalam acara kenegaraan dimana ada Presiden Soeharto.

Bahkan sampai urusan mobil Holden Priemer tua lungsuran dari Hankam yang dipakai Nasution sehari-hari ikut ditarik dari kediamannya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved