News Video
Presiden Jokowi Telepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo karena Kasus Premanisme
Presiden Jokowi telepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat mendapat keluhan kasus premanisme
Agung menyebut kejadian itu masih kerap terjadi di waktu-waktu kini. Hanya saja intensitasnya sudah menurun dibanding beberapa tahun lalu.
Mendengar keluhan tersebut, Jokowi pun menghubungi Kapolri melalui sambungan telepon.
Di hadapan para pengemudi truk kontainer, ia meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo menindak kriminalitas yang ada di kawasan Terminal Pelabuhan Tanjung Priok.
"Pak Kapolri, selamat pagi. Ini saya di Tanjung Priok, ada keluhan, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli, di (Terminal) Fortune, di NPCT One, kemudian di Depo Dwipa, pertama itu," kata Jokowi.
"Yang kedua juga kalau pas macet, itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman. Ini tolong bisa diselesaikan, itu saja," tuturnya.
Kapolri Sigit pun menyanggupi permintaan Jokowi.
"Siap laksanakan bapak," kata Sigit dari sambungan telepon.
Jokowi berjanji bakal terus memantau penanganan persoalan ini. Dirinya bakal menunggu laporan tindak lanjut persoalan ini dari Kapolri.
"Tadi didengar langsung oleh Pak Kapolda Metro, tapi saya nggak perintah, langsung perintahnya ke Kapolri biar semuanya jelas dan bisa diselesaikan di lapangan. Ini akan saya ikuti proses ini," ucap Jokowi.
Jokowi mengatakan, dirinya tidak ingin ada lagi aksi premanisme atau pungli di kawasan Terminal Pelabuhan Tanjung Priok.
Ia ingin aktivitas di kawasan tersebut aman dan semua masyarakat terlindungi.
"Sudah pendapatannya sedikit, masih kena preman, masih kena pungli, itu yang saya baca di status di media sosial, yang saya lihat keluhan seperti itu. Memang harus kita selesaikan dan diperhatikan," kata dia.
Berita sudah terbit di Kompas.com