News Video

Presiden Jokowi Telepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo karena Kasus Premanisme

Presiden Jokowi telepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat mendapat keluhan kasus premanisme

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Jokowi telepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat mendapat keluhan kasus premanisme.

Orang nomor satu di negeri ini pun menolak memberikan instruksi ke Kapolda, ia langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terjun ke lapangan.

Ia menelepon Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat berbincang dengan para pengemudi truk kontainer di Terminal Tanjung Priok, Kamis (10/6/2021).

Tonton video:

Baca juga: Kapolri Listyo Sigit Prabowo Luncurkan Lagu Polri Presisi, Ini Liriknya

Baca juga: MUTASI PERWIRA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Rotasi 348 Perwira, Irjen Martuani Sormin Digeser

Mulanya Jokowi bertanya kepada mereka tentang persoalan-persoalan yang ada di kawasan terminal.

Sebab, ia mendapat informasi adanya aksi pungutan liar (pungli) dan persoalan lainnya di kawasan tersebut.

"Saya mendapatkan keluhan yang saya lihat dari media sosial, terutama driver banyak yang mengeluh karena urusan bongkar muat, bener nggak? Tolong nanti diceritakan problemnya apa sehingga kita bisa memberikan jalan keluar," kata Jokowi dipantau melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

"Jangan sampai ada yang mengeluh karena banyaknya pungutan, itu yang mau saya kejar kalau ada," tuturnya.

Para pengemudi lantas mengeluhkan soal banyaknya aksi kriminal yang menimpa mereka di kawasan terminal pelabuhan. Aksi kriminal itu berupa penodongan hingga pembegalan.

Salah satu pengemudi truk kontainer bernama Agung bercerita bahwa pada saat New Priok Container Terminal One (NPCT 1) dibangun beberapa waktu lalu, ia dan rekan-rekannya kerap menjadi korban begal.

Kala itu kondisi sekitar lokasi pembangunan sering macet. Tiba-tiba oknum tak dikenal melompat ke truk, menodong pengemudi dengan senjata tajam, lantas mengambil barang yang menempel di kendaraan seperti ban, aki, dan lainnya.

"Kadang juga handphone. Kalau dia berani masuk ke mobil, itu (pengemudi) ditodong kemudian diminta barang-barang kita handphone, dompet, segala macam uang jalan habis," kata Agung.

Ketika kejadian itu berlangsung, lanjut Agung, sebenarnya kondisi jalan ramai oleh truk-truk yang juga terjebak macet.

Namun demikian, para pengemudi lainnya tak ada yang berani menolong pengemudi yang menjadi korban begal.

"Karena dia (pengemudi lain) takut kalau posisinya nanti dia membantu, preman-preman itu akan menyerang balik ke dirinya, maka dia lebih memilih tutup kaca. Itu memprihatinkan sekali," tutur Agung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved