Akhir Pengangkatan Puing KRI Nanggala 402, TNI AL Ucapkan Terima Kasih ke Angkatan Laut China

Operasi Salvage KRI Nanggala-402 Berakhir, Penyelaman Telah Dilakukan 20 Kal

Editor: AbdiTumanggor
facebook
Kapal China Tan Suo Er Hao (Explorer 2) 

Senior Kolonel Chen Yongjing mewakili Pemerintah China menyampaikan bahwa selama lebih kurang satu bulan Angkatan Laut China dan TNI AL telah bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik. Dan pihaknya telah berupaya mengumpulkan sebanyak-banyaknya dokumentasi berupa foto dan video, dan juga mengangkat bagian-bagian penting dari KRI Nanggala yang semua sudah diserahterimakan kepada pihak Indonesia.

Kapal selam mini yang diterjunkan China mencari puing KRI Nanggala-402
Kapal selam mini yang diterjunkan China mencari puing KRI Nanggala-402 (facebook)

TRIBUN-MEDAN.COM - TNI AL menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Angkatan Laut China (People Liberation Army Navy/PLA Navy) yang telah mengirimkan tiga kapalnya dalam Operasi Salvage KRI Nanggala-402 yang On Eternal Patrol di Perairan Bali.

Tiga kapal Angkatan Laut China itu di antaranya PLA Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195, PLA Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao-863 dan Scientific Salvage Tan Suo 2.

Ungkapan apresiasi ini disampaikan Kepala Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Komando Armada II Laksamana Pertama TNI I Gung Putu Alit Jaya, selaku Komandan Gugus Tugas mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, pada rapat koordinasi pengakhiran operasi salvage kapal selam KRI Nanggala-402. 

Rapat pengakhiran dihadiri Atase Pertahanan (Athan) China untuk Republik Indonesia Senior Kolonel Chen Yongjing mewakili pemerintah Tiongkok, Wakil Athan Kolonel Zheng Yuanyuan, Wakil Konjen Denpasar Mei Yuncai bertempat di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu 2 Juni 2021.

Sementara peserta lainnya termasuk para Komandan Kapal Angkatan Laut China mengikuti melalui video conference.

Kerjasama antara TNI AL dengan PLA Navy dalam melaksanakan salvage KRI Nanggala-402 di Perairan Utara Bali ini merupakan bukti nyata adanya persahabatan yang kuat diantara angkatan laut sedunia “Seaman brotherhood”.

Bagi TNI AL, kegiatan yang sudah dilakukan ini menjadi pengetahuan dan referensi kedepan untuk lebih meningkatkan kerjasama hubungan bilateral antar Angkatan Laut.

Danguskamla Koarmada II selaku Komandan Gugus Tugas, Laksamana Pertama Putu Alit Jaya menyadari bahwa operasi salvage KRI Nanggala-402 di kedalaman 839 meter bukanlah hal yang mudah, dan mengandung tingkat resiko serta kesulitan yang sangat tinggi.

Temuan bagian sekoci darurat (liferaft) KRI Nanggala 402 oleh kapal China.
Temuan bagian sekoci darurat (liferaft) KRI Nanggala 402 oleh kapal China. (tni al)

Selama pelaksanaan operasi salvage ini telah dilaksanakan penyelaman sebanyak 20 kali dan berhasil mengangkat material-material penting yang merupakan wujud kesuksesan luar biasa dari kinerja tim salvage.

“Kami mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada kapal-kapal yang telah bersusah payah melakukan pengangkatan di dasar laut, serta permohonan maaf apabila ada ketidaknyamanan yang dirasakan selama melaksanakan operasi ini,” ucapnya.

Puing KRI Nanggala-402 yang ditemukan kapal China
Puing KRI Nanggala-402 yang ditemukan kapal China (layar tangkap youtube)

Baca juga: Kawah Raksasa Kuburan KRI Nanggala-402 Bersama 53 Krunya, tak Mampu Dideteksi Kapal China

Baca juga: AKHIRNYA Evakuasi Dihentikan, KRI Nanggala-402 Bersemayam di Kawah Raksasa Laut Bali

Sementara itu, Senior Kolonel Chen Yongjing mewakili Pemerintah China menyampaikan bahwa selama lebih kurang satu bulan Angkatan Laut China dan TNI AL telah bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik.

Dan pihaknya telah berupaya mengumpulkan sebanyak-banyaknya dokumentasi berupa foto dan video, dan juga mengangkat bagian-bagian penting dari KRI Nanggala yang semua sudah diserahterimakan kepada pihak Indonesia.

“Ini merupakan salah satu bukti nyata kegiatan penyelamatan humanitarian yang dilakukan bersama dengan TNI AL.

Kegiatan ini memiliki makna yang sangat besar pada perkembangan hubungan kemitraan strategis komprehensif TNI AL dan tradisi kedua negara yaitu berat dipikul berat sama dijinjing serta juga bermakna besar dalam kerja sama maupun saling percaya antara kedua militer," tuturnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved