Kawah Raksasa Kuburan KRI Nanggala-402 Bersama 53 Krunya, tak Mampu Dideteksi Kapal China
Kapal China Tan Soe Er Hao-2 menemukan kawah raksasa berdiameter 38 meter dan kedalaman hingga 15 meter yang diduga tempat badan KRI Nanggala-402.
TRIBUN-MEDAN.COM - Kapal China yang membantu evakuasi puing KRI Nanggala-402 dari kedalaman 838 meter di perairan utara Bali menemukan kawah raksasa yang diyakini menjadi kuburan badan kapal kapal selam Indonesia ini.
China mengirimkan tiga kapal evakuasi yakni Yongxingdao-863, Nantuo-195 dan Tan Suo-2 (Explorer 2) untuk membantu TNI AL mengevakuasi puing KRI Nanggala yang patah jadi tiga bagian setelah tenggelam saat latihan menembak torpedo 21 April 2021.
Kapal China Tan Soe Er Hao-2 menemukan kawah raksasa berdiameter 38 meter dan kedalaman hingga 15 meter yang diduga jadi tempat badan (pressure hull) KRI Nanggala-402 yang hingga kini belum ditemukan tim TNI AL dibantu tiga kapal China.
Tim evakuasi baru menemukan bagian haluan, anjungan, dan buritan KRI Nanggala-402 di kedalaman 838 meter yang sudah dinyatakan berstatus eternal patrol.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada II) Laksda TNI Iwan Isnurwanto mengatakan, dugaan sementara badan kapal KRI Nanggala-402 berada di sebuah kawah dengan diameter 38 meter dengan kedalaman kurang lebih 10-15 meter.
Kawah itu berada di titik 07 derajat, 48 menit 56,6 detik selatan dan 114 derajat, 51 menit 20,6 derajat timur perairan Bali utara dimana bagian lain dari kapal KRI Nanggala-402 ditemukan.
Kendati begitu, pihaknya belum bisa memastikan di mana titik badan kapal buatan Jerman tersebut.
"Lokasi badan kapal secara pasti belum dapat digambarkan, kami hanya memperkirakan saja saat ini. Mungkin posisinya ada di kawah tersebut, di crater yang berdiameter 38 meter, dengan kedalaman kurang dari 10-15 meter," kata Iwan dalam konferensi pers di Lanal Bali yang disiarkan langsung di YouTube TNI AL, Selasa (18/5/2021).
Iwan menyebut, Tim Investigasi China sejauh ini belum mengatahui secara detail kondisi kawah yang berhasil dideteksi itu.
Hal itu disebabkan karana kondisi dasar laut yang gelap dan alat scan side sonar milik China belum mampu mendeteksi dengan jelas kawah tersebut.
"Kita sampai sekarang belum tahu (kawah) dan juga kami sampaikan ini adalah lumpur. Sehingga banyak di sini, di lumpur ada tonjolan-tonjolan ini bisa mungkin dia (badan kapal) tertimbun oleh ini lumpur badan tekannya tapi saat ini pun menggunakan sonar belum bisa mendeteksi logam," tuturnya.
Iwan mengatakan bagian-bagian kapal KRI Nanggala 402 yang berhasil diangkat di antaranya Antena ESM, pelindung kabel torpedo, plat badan luar, hidrofon prs, liferaft., technical handbook hingga manual.
"Barang-barang apa yang sudah kita ambil? Ini sudah kita display beberapa mulai dari antena esm, kemudian pelindung kabel torpedo," kata Iwan.
Namun dua liferaft KRI Nanggala-402 yang sudah dievakuasi tidak ditunjukkan dalam konferensi pers karena beratnya mencapai 700 kg satu unit.
Liferaft di kapal selam ini berjumlah dua unit, merupakan alat yang digunakan jika kapal mengalami kondisi kedaruratan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kawah-raksasa-kuburan-kri-nanggala-402.jpg)