Amerika Serikat dan China Kembali Memanas soal Asal Usul Virus Corona, Intelijen AS Sodorkan Bukti
China kembali disinggung oleh intelijen AS, setelah menemukan bukti dugaan asal muasal Covid-19 dari laboratorium di Kota Wuhan.
Ada dua kemungkinan teori yang dijabarkan oleh intelijen Amerika untuk meneliti kasus ini.
Menurut pernyataan ODNI, dua dari 17 badan yang membentuk komunitas intelijen AS percaya bahwa virus SARS-CoV-2 berasal dari hewan yang terinfeksi.
Kemudian yang ketiga percaya bahwa pandemi berasal dari kecelakaan yang terjadi di laboratorium.
Dalam kedua kasus tersebut, ODNI mengatakan bahwa badan-badan tersebut berhipotesis dengan "keyakinan rendah atau sedang".
Artinya, tidak ada cukup bukti untuk menarik kesimpulan.
Sebuah sumber yang akrab dengan analisis komunitas intelijen mengatakan bahwa baik Central Intelligence Agency (CIA) maupun Defense Intelligence Agency cenderung pada teori-teori ini.
Sebagian besar badan intelijen AS percaya bahwa tidak ada cukup informasi untuk menentukan skenario mana yang paling mungkin terjadi.
Sehari sebelumnya, Presiden AS Joe Biden mengarahkan komunitas intelijen untuk menyelidiki lebih dalam asal-usul pandemi Covid-19 dan melaporkan kembali dalam 90 hari.
Biden juga ingin China transparan dan aktif mendukung penyelidikan komunitas internasional. Sementara itu.
Namun, China malah mendukung penyelidikan internasional tetapi tidak hanya asal-usul Covid-19 di Wuhan tetapi juga di belahan dunia lain. (*/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bukti-virus-corona-dari-laboratorium-virologi-wuhan.jpg)