Amerika Serikat dan China Kembali Memanas soal Asal Usul Virus Corona, Intelijen AS Sodorkan Bukti
China kembali disinggung oleh intelijen AS, setelah menemukan bukti dugaan asal muasal Covid-19 dari laboratorium di Kota Wuhan.
Ini bukan pertama kalinya China menyebutkan pangkalan rahasia AS Fort Detrick.
Pada Maret 2020, Kedutaan Besar China di Prancis memposting pesan di Twitter, "AS tiba-tiba menutup pusat penelitian senjata biologis terbesar di negara itu di pangkalan Fort Detrick di Maryland pada Juli 2019."
"Setelah penutupan pusat ini, serangkaian pasien dengan pneumonia mirip Covid-19 muncul di AS," katanya.
"Apakah AS berusaha menyembunyikan pasien Covid-19 dengan berpura-pura terserang flu?," Tulis Kedutaan Besar China di Prancis saat itu.
Baca juga: 5 Temuan Terbaru WHO Varian Asal India Setelah Diteliti, Bisa Menakutkan Anda
Baca juga: Amerika Latin dan Karibia Dihantam Covid-19, Asal Usul Corona Memanas Lagi, China Mulai Panik
Baca juga: KABAR DUKA Diplomat Senior Indonesia yang Bertugas di India Meninggal Kena COVID-19
TELITI ASAL VIRUS CORONA - Pakar dari China dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenakan masker saat mengunjungi Rumah Sakit Wuhan Tongji, pusat wabah virus corona di Hubei, China, 23 Februari 2020 lalu.(CHINA DAILY/REUTERS via VOA INDONESIA) (CHINA DAILY/REUTERS via VOA INDONESIA)
Intelijen AS Sodorkan Bukti
Sebelumnya, dalam laporan terbaru, intelijen AS menyebutkan ada teori kebocoran laboratorium di Wuhan, kemungkinan menjadi penyebab virus corona.
Dikatakan ada 2 peneliti di laboratorium yang jatuh sakit, sebelum pandemi Covid-19 dilaporkan di China.
Hal ini memicu spekulasi bahwa virus corona kemungkinan berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan.
Komunitas intelijen AS pada Kamis (27/5/21) mengkonfirmasi bahwa badan tersebut menyebutkan dua teori tentang asal mula Covid-19.
Dalam laporan tersebut, kemungkinan virus ini berasal dari kecelakaan di laboratorium Wuhan kemungkinan bisa terjadi.
Meskipun faktanya, China masih terus membantah teori ini dan mengatakan tidak pernah ada kebocoran di laboratoium miliknya.
Dan mengatakan bahwa virus ini berasal dari kelelawar, yang berpindah ke trenggiling dan manusia.
"Komunitas intelijen AS tidak tahu persis di mana, kapan atau bagaimana pandemi virus Covid-19 menyebar pada tahap awal," kata Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI), menurut Reuters yang dikutip dari Intisari.
"Tetapi terbagi menjadi dua skenario," tambahnya.
ODNI menekankan bahwa "tidak ada cukup data untuk dapat menilai skenario mana yang lebih mungkin terjadi".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bukti-virus-corona-dari-laboratorium-virologi-wuhan.jpg)