PERMINTAAN MAAF BMKG sempat Sebar Peringatan Dini Tsunami dan Gempa 8.5 di Jatim Jateng Bali NTB NTT
Bersama keluarganya, Fizal sempat ingin pergi ke dataran yang lebih tinggi. "Ada upaya untuk menyelamatkan diri, sempat ingin pergi ke Kinantan.''
Ia berharap kesalahan sistem yang dilakukan BMKG itu tak terulang di masa yang akan datang.
"Harapannya tentu tidak terjadi lagi seperti itu (eror), kan kasihan masyarakat," kata dia.
Penjelasan BMKG
Subkoordinator Subbidang Pelayanan Jasa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar Tirta Wijaya mengakui ada kesalahan sistem yang membuat peringatan tsunami itu.
"Terkait dengan itu, BMKG sudah berkoordinasi dan kemungkinan besar ini terjadi sistem eror, dan kami masih telusuri juga di mana letak kesalahannya," kata dia.
Ia pun meminta maaf kepada masyarakat Kota Denpasar atas kesalahan itu.
"Jadi kami atas nama BMKG mohon maaf karena sistem eror tersebut dan mohon maaf atas ketidaknyamanan," tuturnya.
Ia menambahkan, BMKG belum bisa memprediksi terjadinya gempa.
"Jangankan di Indonesia, di Jepang sendiri belum memprediksi terjadinya gempa tersebut," ujarnya.
Ia meminta masyarakat yang menerima informasi mengenai prediksi gempa untuk mempertanyakan kebenaran kabar tersebut.
"Informasinya perlu dipertanyakan. Intinya masyarakat jangan panik dan tetap waspada," jelasnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terima SMS Peringatan Tsunami dari BMKG, Warga Denpasar Sempat Ingin Mengungsi"
Penulis : Kontributor Bali, Ach. Fawaidi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pesan-gempa-85-landa-jatim-jateng-bali-ntb-ntt.jpg)