Akali Pembatasan Covid-19, Pengantin Carter Pesawat Boeing 737 Gelar Pernikahan di Udara
Pernikahan itu dilakukan ketika India menderita akibat tsunami virus corona, dengan angka kematian Covid-19 menyentuh sedikitnya 300.000 orang
Badan pengawas juga menyarankan agar maskapai tersebut mengajukan keluhan terhadap pengantin baru dan tamu mereka, kata laporan.
Semua bisa dilarang menggunakan penerbangan penumpang kedepannya.
“Agen dan penumpang tamu diberi pengarahan secara rinci, baik secara tertulis maupun lisan, tentang jarak sosial dan norma keselamatan yang harus diikuti sesuai pedoman Covid-19, baik di bandara maupun di dalam pesawat selama perjalanan,'' kata juru bicara Spicejet.
Pihak Spicejet mengaku sudah ada permintaan dan pengingat berulang kali, kepada para penumpang yang tidak mengikuti pedoman Covid-19.
Maskapai mengeklaim telah mengambil tindakan yang sesuai sesuai aturan.
Juru bicara SpiceJet mengatakan kepada Indian Express bahwa Boeing 737 dipesan dari Madurai ke Bangalore oleh agen perjalanan.
Izinnya dibuat untuk perjalanan setelah pernikahan.
Pernikahan itu dilakukan ketika India menderita akibat tsunami virus corona, dengan angka kematian Covid-19 menyentuh sedikitnya 300.000 orang, menurut angka resmi.
Para ahli memperkirakan bahwa jumlah kematian sebenarnya jauh lebih tinggi.
Rumah sakit dan krematorium di negara itu telah kewalahan dalam beberapa minggu terakhir, menyebabkan kekurangan oksigen yang parah dan tubuh dibakar sepanjang waktu.
Banyak keluarga yang tidak mampu membayar biaya kremasi telah secara ilegal menguburkan orang yang mereka cintai di tepi sungai Gangga.
Bahkan ada yang memasukkan jasad korban ke dalam air sungai. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas yang dihitung secara signifikan kurang dari jumlah nyata di lapangan.
Sementara program vaksin negara itu juga tertinggal dari negara-negara yang secara ekonomi maju. Hanya sekitar 10 persen orang yang dilindungi oleh setidaknya satu dosis.
Angka kasus harian di negara Asia - yang untuk sementara waktu mencapai sekitar 40 persen dari total global - sekarang turun. Tetapi jumlahnya terbilang tetap sangat tinggi.
India saat ini melaporkan sekitar 250.000 kasus per hari menurut data rata-rata tujuh hari, dengan puncak kasus mendapati infeksi harian hingga 400.000 jiwa pada awal bulan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengantin-charter-pesawat-boeing-737oke.jpg)