Rekam Jejak AM Hendropriyono, Mantan Kepala BIN Ucap Konflik Israel-Palestina Bukan Urusan Indonesia

Ironis sekali orang yang mengritik saya membela Pancasila, demi membela negeri sendiri, tapi dia menggebu-gebu membela Palestina

Rekam Jejak AM Hendropriyono, Mantan Kepala BIN Ucap Konflik Israel-Palestina Bukan Urusan Indonesia 

TRIBUN-MEDAN.com - Konflik Israel dan Palestina menarik perhatian besar masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Sebagai negara muslim tetangga, Indonesia kerap memberikan dukungan untuk rakyat Palestina lewat berbagai cara.

Mulai dari mengirimkan bantuan berupa donasi, membangun fasilitas hingga sekadar memberikan dukungan lewat sosial media.

Masyarakat Indonesia yang aktif di sosial media pun kerap mengecam atas tindakan Israel ke Palestina tersebut.

Baca juga: Aksi Bela Palestina, Seorang Dosen Donasikan Sepeda Motor Yamaha N-Max

Menanggapi aksi warga Indonesia membela Palestina tersebut, membuat mantan Kepala BIN, Jenderal (Purn) AM Hendropriyono angkat suara.

Menurutnya konflik Israel dan Palestina bukan urusan Indonesia, melainkan urusan bangsa Arab dan Yahudi.

“Urusan Indonesia adalah nasib kita dan hari depan anak cucu kita,” ujar AM Hendropriyono di Jakarta, dikutip dari TribunTimur.com, Selasa (18/5/2021). 

Selebihnya Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) itu juga menyampaikan keprihatinannya kepada anggota Kerukunan Keluarga (KEKAL) Akmil 1967.

Ia menyinggung bahwa bangsa Indonesia tengah diserang pemikiran ideologi khilafah.

 “Untuk nasib bangsa kita, saya mohon KEKAL Akmil 1967 tidak diam saja, tapi mikir, ngomong dan berbuat sebisanya. Negara kita sedang diserang oleh pemikiran ideologi khilafah,” kata Hendropriyono

Menurut Hendropriyono, banyak orang sudah terbawa arus pengkhianatan mendukung ideologi khilafah, liberalisme, kapitalisme, komunisme, atau ideologi asing apapun.

Ada juga oknum aparat militer dan polisi, apalagi Aparatur Sipil Negara (ASN), juga politisi.

“Kalau ada yang melecehkan saya karena membela filsafat dasar bangsa kita, Pancasila, tolong merapatkan barisan dengan saya untuk membela diri, bangsa kita sendiri.

Ironis sekali orang yang mengritik saya membela Pancasila, demi membela negeri sendiri, tapi dia menggebu-gebu membela Palestina,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved