BERITA KKB PAPUA HARI INI - Mabes Polri Bicara Dalang Pembacokan dan Perampasan Senpi 2 Prajurit TNI

TNI-Polri buru KKB Papua yang menjadi otak pembacokan dan perampasan senjata api 2 prajurit TNI di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua

Editor: Salomo Tarigan
Divisi Humas polri
Kombes Pol Ahmad Ramadhan 

 TRIBUN-MEDAN.com- TNI-Polri masih tengah memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang menjadi otak pembacokan dan perampasan senjata api 2 prajurit TNI di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua pada Selasa (18/5/2021) lalu.  

Kabag Penum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Ahmad Ramadhan menyampaikan kedua prajurit TNI yang gugur itu dipastikan diserang oleh KKB Papua.

"Tentunya, TNI dan Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembacokan tersebut yang dilakukan diduga oleh kelompok KKB atau kelompok OPM," kata Ahmad di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Ahmad menyatakan sedikitnya ada 20 orang anggota KKB Papua yang terlibat penyerangan tersebut. Saat itu, kedua prajurit TNI yang gugur tengah menjaga pembangunan bandara di distrik Dekai, Yahukimo.

BOCORAN Novel Baswedan Korupsi Terbesar 100 Triliun, Anggota DPR Minta Usut Korupsi Bansos Covid-19

"Diduga pelakunya adalah kurang lebih 20 orang dan saat ini TNI-Polri masih melakukan pengejaran," jelas dia.

Ia menyampaikan pihaknya telah memetakan lokasi yang diduga menjadi persembunyian para pelaku. Termasuk, pimpinan kelompok yang diduga melakukan penyerangan tersebut.

"Pemetaan itu telah dilakukan, seperti kami sampaikan beberapa kelompok sudah dipetakan oleh kita baik oleh TNI dan Polri. Kita masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelakunya," pungkasnya.

Sebagai informasi, dua prajurit TNI yang mengalami penyerangan KKB Papua adalah Prada AYA dan Praka A. Prada AYA dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Sementara itu, Praka A sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Namun, nyawa Praka A juga tidak bisa diselamatkan usai mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Akibat kejadian ini, senjata kedua prajurit TNI itu dibawa lari oleh kelompok KKB Papua tersebut.

Propaganda KKB

Kepolisian RI menegaskan propaganda yang menyebutkan seluruh masyarakat Papua adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) adalah keliru dan tidak benar.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Ahmad Ramadhan menyebutkan penindakan hukum hanya diberlakukan kepada jaringan KKB yang kerap menggangu keamanan di Papua.

"KKB itu kelompok kriminal bersenjata, tapi kalau ada yang belokkan KKB itu Papua, keliru. Jadi operasi ini penindakan atau penegakan hukum terhadap KKB. Cuma ada yang membelokan gitu ya," kata Ahmad di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/5/2021)

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved