Walau Kematian, Kerusakan, dan Penderitaan Muncul Lawan Israel, Inilah Persenjataan Hamas Palestina

Israel membuat klaim bahwa serangan mereka hanya menyasar tempat-tempat yang digunakan sebagai basis kelompok militer Palestina.

Editor: AbdiTumanggor
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
Hamas memiliki sederet rudal yang membalas serangan militer Israel.(kiri) | Kilat roket berterbangan di langit malam hari dari Beit Lahia utara Gaza, ke Israel pada 14 Mei 2021. Israel membombardir Gaza dengan serangan udara dan artileri sebagai respons serangan roket yang dilakukan kelompok Hamas.(AFP PHOTO/MOHAMMED ABED) 

Rudal jarak pendek mungkin adalah inventaris terbesar Hamas.

Untuk serangan jarak yang lebih pendek, mereka menggunakan tembakan mortir.

Tapi Hamas juga mengoperasikan berbagai sistem rudal jarak jauh seperti M-75 (hingga 75 kilometer), Subuh (100 kilometer), R-160 (120 kilometer), dan beberapa rudal M-302 (200 kilometer).

Jadi Hamas diyakini memiliki senjata yang dapat mencapai Yerusalem dan Tel Aviv serta seluruh jalur pantai yang merupakan rumah sebagian besar populasi dan lokasi infrastruktur penting Israel.

Militer Israel mengklaim bahwa ratusan dari lebih dari seribu roket yang ditembakkan ke Israel selama tiga hari terakhir, jatuh di Jalur Gaza itu sendiri.

Ada yang menilai ini menandakan masalah dalam proses pembuatan senjata yang tumbuh di Gaza.

Militer Israel juga menyebut bahwa 90 persen dari semua rudal yang mencapai Israel dapat dicegat sistem anti-rudal Kubah Besi mereka.

Namun, sistem antirudal yang melindungi kota Ashkelon tampaknya tidak berfungsi akibat kerusakan teknis.

Artinya, di balik keberhasilan teknisnya yang luar biasa itu, sistem itu bukan layar antirudal.

Kilatan cahaya terlihat saat sistem Kubah Besi <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/israel' title='Israel'>Israel</a> berusaha mencegat rudal militan <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/palestina' title='Palestina'>Palestina</a> yang diarahkan ke sekitar kawasan Ashkelon, Rabu (12/5/2021).

Untuk mengantisipasi tembakan rudal, hanya ada pilihan terbatas.

Anda dapat menggunakan pertahanan antirudal.

Anda bisa juga menyerang persediaan dan fasilitas produksi lawan.

Secara teori Anda juga dapat melakukan operasi darat untuk mendorong peluncur rudal kembali ke luar jangkauan efektif.

Roket terbang di langit malam dari Beit Lahia utara <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/gaza' title='Gaza'>Gaza</a>, ke <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/israel' title='Israel'>Israel</a> pada 14 Mei 2021. <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/israel' title='Israel'>Israel</a> membombardir <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/gaza' title='Gaza'>Gaza</a> dengan serangan udara dan artileri sebagai respons serangan roket yang dilakukan kelompok <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/hamas' title='Hamas'>Hamas</a>.

Roket berterbang di langit malam hari dari Beit Lahia utara Gaza ke wilayah Israel yang dihalau pertahanan udara Iron Dome Israel pada 14 Mei 2021. Kemudian Israel membombardir Gaza dengan serangan udara dan artileri sebagai respons serangan roket yang dilakukan kelompok Hamas. (AFP PHOTO/MOHAMMED ABED)
Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved