SERANGAN Paling Mematikan di Gaza, 33 Orang Tewas, Puluhan Korban Terkurung Reruntuhan
Shaima Ahmed Qwaider, 23, perawat di Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza, menggambarkan kengerian korban terluka parah tanpa anggota tubuh lengkap.
Dr Midhat Abbas dari Kementerian kesehatan Gaza mengatakan 1.200 warga Palestina telah terluka selama tujuh hari serangan, sekitar setengahnya adalah wanita dan anak-anak.
Dia menuduh militer Israel sengaja menargetkan fasilitas kesehatan dengan serangan udara dan membom jalan-jalan di sekitar al-Shifa.
“Mereka menargetkan sebagian besar warga sipil, ini adalah korban dari agresi ini,” kata Dr Abbas.
“[Perdana Menteri Israel] Benjamin Netanyahu ingin menyelamatkan dirinya sendiri dari penjara sehingga dia memutuskan untuk membunuh anak-anak Palestina.”
Menurut Kementerian Kesehatan Hamas, seorang balita berusia 3 tahun, Adam Izzat al-Kolak dan seorang bayi berusia 1 tahun, Qusai Samih al-Kolak, termasuk di antara korban.
Serangan udara Israel hari Minggu merupakan serangan yang paling mematikan.
Serangan Israel pada Minggu pagi, menghancurkan jalan-jalan di seluruh Kota Gaza.
Pasukan Pertahanan Israel tidak menanggapi permintaan komentar mengenai tujuan operasional serangan udara tersebut.
Israel mengatakan tidak menargetkan warga sipil.
Menurut militer Israel, kebanyakan dari mereka yang tewas di Gaza sejak awal putaran kekerasan saat ini adalah anggota kelompok teror atau terbunuh oleh roket Palestina yang salah.
Dalam pemboman Minggu, rumah pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar, menjadi target.
Militer Israel (Israel Defence Forces/IDF) mengatakan rumah saudara Yahya Sinwar, Muhammad, yang bertanggung jawab atas sumber daya manusia Hamas, juga menjadi target serangan di kota Gaza selatan Khan Younis.
Menurut militer, rumah-rumah itu juga digunakan saudara-saudara untuk melakukan serangan roket ke Israel. Namun saat dibom Israel rumah Yahya Sinwar dan saudaranya tidak ditempati.
IDF mengatakan pihaknya juga melakukan serangan besar-besaran pada jaringan terowongan bawah tanah Hamas yang luas di daerah kantong Palestina, yang oleh militer disebut sebagai "metro," melanjutkan kampanye yang dimulai pada Kamis malam dengan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur bawah tanah tersebut. di Gaza utara.
"Sebagai bagian dari Tahap 2 serangan tambahan di 'metro' Hamas, sekitar 30 target diserang oleh jet tempur yang menggunakan sekitar 100 bom berpemandu presisi," kata Juru Bicara IDF Zilberman.
Zilberman mengatakan serangan itu tampaknya meningkatkan kekhawatiran di antara anggota Hamas bahwa jaringan terowongan tidak aman lagi karena menjadi incaran Israel.
“Tidak ada yang mau naik 'metro',” kata Zilberman. (timesofisrael/aljazeera)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/serangan-paling-mematikan-di-gaza.jpg)