Wamenag RI Zainut Tauhid Kutuk Serangan Israel ke Warga Palestina, Apakah Palestina Sudah Merdeka?

Sedikitnya 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan yang terjadi setelah ribuan warga Muslim Palestina melakukan Salat Tarawih.

Editor: AbdiTumanggor
ANADOLU AGENCY/ASHRAF AMRA
DOK.FOTO: SEJUMLAH warga Palestina memegang bendera Palestina saat mereka menggelar demonstrasi setelah "Great March of Return", yang diselenggarakan untuk menandai peringatan ke-42 "Land Day", menuntut hak untuk kembali dan penghapusan blokade di perbatasan Gaza-Israel di Khan Yunis, Gaza pada 12 April 2018 lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap serangan Israel kepada warga Palestina di Masjid Al-Aqsa, Yarusalem.

Zainut menyebut tindakan Israel dinilai sangat keji dan melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Tindakan membubarkan ribuan jamaah yang menggelar salat tarawih di masjid al-Aqsa untuk menyambut Lailatul Qadar, malam paling suci di bulan Ramadan, adalah perbuatan yang sangat keji dan bentuk pelanggaran hak asasi manusia," kata Zainut, Minggu (9/5/2021) yang dikutip dari tayangan Kompas TV.

Wamenag RI ini juga menentang keras pengusiran paksa 6 warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerussalem Timur.

Dia menegaskan aksi pengusiran itu merupakan bentuk kesewenang-wenangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Lebih lanjut, Zainut menyerukan solidaritas kepada warga Palestina.

"Bangsa Indonesia selalu berdiri di belakang perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh hak sebagai negara dan bangsa yang merdeka dan berdaulat,” tegasnya.

Prinsip bangsa Indonesia, kata Zainut, adalah menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

"Saya mengajak kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk terus memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan mendoakan mereka, semoga Allah SWT segera menurunkan pertolongan dan memberikan keselamatan bagi warga Palestina," imbuh dia. 

Sebagai informasi, bentrokan besar terjadi di Masjid Al-Aqsa antara warga Palestina dan polisi Israel.

Sedikitnya 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan yang terjadi setelah ribuan warga Muslim Palestina melakukan Salat Tarawih pada Jumat (7/5/2021) malam waktu setempat.

Polisi Israel menggunakan peluru karet dan granat kejut terhadap warga Palestina yang melemparkan batu ke arah mereka.

Bentrokan ini terjadi di Yerusalem setelah pemukim ilegal Israel merebut tanah warga Palestina.

Pada beberapa hari terakhir sejumlah rumah warga Palestina di Sheikh Jarrah, direbut oleh para pemukim Yahudi dengan bantuan pengadilan Israel.

Baca juga: KISAH Pria Palestina di Penjara Israel, Sudah Dieksekusi Mati, Tapi Istrinya Bisa Hamil, Kok Bisa?

Baca juga: PENDUDUK Palestina Terancam Punah, Inilah Cara Tahanan Pria Agar Bisa Mendapat Keturunan

Baca juga: 200 Orang Jadi Korban Luka dalam Bentrokan Warga Palestina dan Polisi Israel di Masjid Al-Aqsa

Mengapa Palestina tidak diakui sebagai negara?

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved