Viral Medsos
Viral Video Aparat Kewalahan saat Ratusan Kendaraan Terobos Penyekatan Larangan Mudik 2021
Baru-baru ini beredar di media sosial video detik-detik pengendara motor dan mobil jebol pengamanan penyekatan larangan mudik lebaran 2021.
Tingkah Para Pemudik saat Menerobos Penyekatan Larangan Mudik. Bahkan di Malam Hari Para Pengendara Bebas Melintasi Titik Lokasi Penyekatan.
TRIBUN-MEDAN.COM -- Baru-baru ini beredar di media sosial video detik-detik pengendara motor dan mobil jebol pengamanan penyekatan larangan mudik lebaran 2021.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya pemerintah telah mengumumkan larangan mudik dan melakukan pengetatan jalur mudik.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19 di wilayah Indonesia.
Sayangnya begitu banyak masyarakat yang tidak peduli akan peraturan tersebut.
Bahkan demi kerinduan kampung halamannya dan nafsu semata, rela mengorbankan kesehatan.
Bahkan mereka tidak memikirkan bagaimana nantinya kondisi kesehatan saat bertemu keluarga di kampung halaman.
Seperti yang dilansir dari Instagram duniapunyacerita ini.
Dalam video yang diunggah oleh Akun Facebook Rafely Yanuar di Group Info Loker Cikarang tampak sekali beribu-ribu pemudik sepeda motor yang melewati pos check point yang dijaga oleh petugas.
Kejadian penerobosan itu terjadi pada pukul 04:00 Wib beberapa petugas keamanan kewalahan dengan [penerobosan tersebut, Sabtu (8/5/21).
Berikut komentar Netizen:
“Jeboolll ngab polisina kuwalahan,”kata Rafely.
“#Mudik 2021,”jelas dalam akun tersebut.
“Ati2 ya lur sing lagi mudik, tetap waspada & selalu siaga kalo cape & lelah istriahat ya lurrr,”katanya.
Rafely juga berharap agar pemudik selalu sampai tujuan dan bisa berlebaran di kampung.
“Semoga selamat sampai tujuannn & bisa berlebaran bersama keluarga di kampung halaman,”ungkapnya.
Dengan adanya penerobosan secara nekat sehingga menyebabkan petugas kewalahan para Warganet memberikan komentar beragam di Akun Instagram duniapunyacerita.
“perjuangan anak rantau yg rindu orang tuannya,”kata imam_ghzz.
“Tetap semangat, ada rindu untuk orang tua,”tulis daeng_ina27.
“Semangat, kalo lelah jgn lupa istirahat ,”ungkap rif_kiss.
“Hati2 , dan ingatlah / sayangilah keluarga,”tulis el_ssaa27.
“moga lolos semua para pemudik.
Demikian dikutip dari TribunSumsel.com dengan judul:Detik-detik Pengendara Jebol Pos Penyekatan Larangan Mudik, Polisi Kewalahan Ribuan Pemudik Lolos
Malam Hari hingga Jelang Subuh Ada Saja yang Bebas Melintasi Penyekatan
Halnya dengan di Medan, Sumatera Utara.
Aktivitas Jalan Raya dalam rangka peniadaan mudik, kendaraan terpantau bebas melintas dari Jalan Sisingamangaraja, tepat di Fly Over Amplas, Kota Medan menuju luar Kota Medan melalui jalan tol dan jalan lintas via Tanjung Morawa, Sabtu (8/5/2021), dini hari.
Dalam rangka berlakunya penyekatan hingga 17 Mei 2021 mendatang, tidak ada pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi malam hingga pagi hari terhadap kendaraan yang melintas.
Pemerintah terkesan inkonsisten dengan pemberlakuan peniadaan mudik, terlebih kendaraan pribadi tak terlihat diperiksa malam hingga dini hari.
Selain dari Kota Medan, kendaraan juga banyak yang lolos ke Kota Medan keluar dari jalan tol.
Terpantau juga, aktivitas loket angkutan umum menuju luar Kota Medan beroperasi tepat Pukul 01.00 WIB.
Bis bermerek KBT yang menuju Tapanuli ini beroperasi membawa penumpang dan paket barang.
Salah seorang mandor bis tersebut ditanyai, mengaku, yakin tidak akan disekat.
"Mobil pemerintah ini," ujarnya bercanda.
Seorang penumpang, Simbolon, mengatakan hendak ke Pematang Siantar.
Bus tersebut pun bebas melaju melewati pos penyekatan mudik yang biasa dilakukan siang hari oleh polisi.
Mobil Pelat Merah Terobos Penyekatan dan Melarikan Diri
Di tempat lain, tepatnya di Balige, Kabupaten Toba.
Satu unit mobil plat merah dari Medan dengan nopol BK 9334 J berani terobos pos penyekatan setelah sempat diskusi dengan pihak petugas.
Dari hasil diskusi mereka, dua lelaki yang mengendarai mobil dinas kehutanan Provinsi Sumatera Utara tersebut akhirnya menerobos dan langsung melarikan diri.
Pihak petugas sudah menyuruh kembali dan membawa surat rapid antigen, namun ia tak sanggup memperlihatkannya.
"Persoalannya, ia tidak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19 atau surat antigen. Itu yang kita persoalkan," ujar Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Toba dr Pontas Batubara saat disambangi di lokasi penyekatan di Desa Aek Natolu, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba pada Jumat (7/5/2021).
Dari penuturan Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Toba dr Pontas Batubara menyampaikan bahwa plat merah adalah kendaraan miliki Kehutanan Provinsi Sumatera Utara.
"Dia mengatakan bahwa dari Kehutanan dan membawa nama Leo Sitorus. Kita tidak tahu apa alasannya membawa nama itu," sambungnya.
Dengan melihat kelakuan pengendara plat merah yang dinilai arogan ini, ia berharap agar pemerintah juga taat pada protokol kesehatan (prokes).
"Kita hanya menegakkan peraturan di sini. Mohon, aparat pemerintah mematuhi prokes. Itu saja," terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejak sore sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, pihaknya telah memulangkan 10 kendaraan karena melanggar prokes
"Sepanjang saat ini, ada 10 mobil yang kita pulangkan. Alasannya, ada yang menghadiri pesta meninggal, tugas, dan yang lain-lainlah," tuturnya.
Lebih detail, ia menjelaskan alasan mengapa pengendara mobil berplat merah itu harus dipulangkan atau memutar balik.
"Kita pertanyakan surat, dan rapid antigen ia tidak bisa menunjukkan dan menyatakan ia rombongan, ternyata dan mengatasnamakan kabid atau apa itu tadi di kehutanan," sambungnya.
Hal ini sangat ia sayangkan sebab dalam penyekatan ini pool bus atau angkutan umum tidak diperbolehkan membawa penumpang demi penanggulangan penyebaran Covid-19.
"Yang bersangkutan kabur menuju Balige. Silahkan saja dia berlaku seperti itu. Itu kan menunjukkan arogansi. Sementara, masyarakat kita minta, kita tuntut untuk patuh pada prokes," pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pemudik-terobos-pos-penyekatan-larangan-mudik-lebaran.jpg)