Pimpin Apel Operasi Ketupat, Wabup Deli Serdang Paparkan 13 Poin Penting Persiapan Idul Fitri 2021
Wakil Bupati Deli Serdang Ali Yusuf Siregar memimpin Apel Gelar Operasi Ketupat Toba 2021.
TRIBUN-MEDAN.com – Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang Ali Yusuf Siregar memastikan bahwa Operasi Ketupat Toba 2021 akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai 6 hingga 7 Mei 2021.
Hal tersebut disampaikan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2021 di Lapangan Hijau Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Deli Serdang, pada Rabu (5/5/2021).
Wabup Deli Serdang pada kesempatan tersebut juga membacakan amanat tertulis dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dalam amanat tersebut disebutkan, apel gelar pasukan yang dilaksanakan tersebut merupakan bentuk pemeriksaan akhir dari pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah (H).
Baca juga: Pastikan Harga Sembako Sumut Stabil, Wabup Deli Serdang Dampingi Mendag Tinjau Pasar Raya MMTC
Adapun pengamanan yang dimaksud meliputi aspek personil, sarana dan prasarana, dan keterlibatan unsur terkait, seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah (pemda), serta mitra keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya.
Lebih lanjut, dalam amanat juga disebutkan, saat ini pemerintah sedang berupaya menekan laju penyebatan virus Covid-19 dengan membuat kebijakan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes), vaksinasi, dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.
Diharapkan, semua instansi terkait dan komponen masyarakat dapat bahu-membahu mewujudkan upaya tersebut.
“Untuk menghadapi tugas mulia dalam rangka pengamanan Idul Fitri tahun 2021, maka pada kesempatan apel gelar pasukan operasi terpusat 'Ketupat-2021' ini ada 13 poin yang perlu saya tekankan,” ungkap Wabub Ali.
Baca juga: Bobby Nasution Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba Tahun 2021
Pertama, menyiapkan mental dan fisik yang dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi, demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Kedua, menghindari sikap dan tindakan tidak simpatik atau arogan, yang tidak mencerminkan karakter sebagai sosok pelindung, pengayom, dan pelayan bagi masyarakat.
Ketiga, melakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan peran dan fungsi intelijen dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat.
Baca juga: Operasi Ketupat Toba, Satlantas Polres Tanah Karo Catat 15 Kecelakaan hingga 29 Mei
Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk dapat mengantisipasi sedini mungkin masalah yang berpotensi mengganggu kamtibmas.
Keempat, menggelar kekuatan Polri pada pos-pos pengamanan dan pelayanan, serta di titik-titik rawan kriminalitas, rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
Dengan demikian, pemerintah dapat bertindak cepat dan tepat dalam melakukan tindakan kepolisian, guna memastikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kelima, mengutamakan keselamatan anggota yang bertugas di lapangan, dengan cara mencermati perkembangan situasi yang ada.
Baca juga: Lantik 7 Pejabat Eselon II, Bupati Deli Serdang Berpesan untuk Jaga Amanah dan Kepercayaan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/apel-gelar-pasukan-operasi-ketupat-toba-2021-di-deli-serdang.jpg)