Operasi Ketupat Toba, Satlantas Polres Tanah Karo Catat 15 Kecelakaan hingga 29 Mei

Sepanjang operasi Ketupat Toba 2020, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Tanah Karo mencatat sedikitnya ada 15 kecelakaan yang terjadi.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Kasatlantas Polres Tanah Karo Iptu Agus Ita Lestari br Ginting, saat ditemui di ruangannya, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Jumat (29/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRI BUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Sepanjang Operasi Ketupat Toba 2020 hingga Jumat (29/5/2020), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanah Karo mencatat sedikitnya ada 15 kecelakaan yang terjadi. Angka tersebut didapat semenjak 24 April 2020 hingga 29 Mei 2020 ini.

"Dari operasi yang sudah kita lakukan selama kurang lebih 36 hari, kita mencatat ada 15 kasus kecelakaan lalu lintas," ujar Kasat Lantas Polres Tanah Karo Iptu Agus Ita Lestari br Ginting, saat ditemui di ruangannya, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Jumat (29/5/2020).

Wanita yang akrab disapa Ita ini menjelaskan, dari 15 angka kecelakaan ini, didapatkan rincian korban meninggal dari enam kasus.

Kemudian, untuk sembilan kasus lainnya menyebabkan korban mengalami luka ringan, dan tidak ada data korban luka berat.

"Dari 15 kecelakaan, korban meninggal dunia ada enam orang, dan lainnya mengalami luka ringan," katanya.

Ita mengungkapkan, seluruh korban merupakan warga sekitar Kabupaten Karo.

Ketika ditanya perihal faktor kecelakaan, Ita menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan pengendara terlibat kecelakaan.

Pertama ialah kondisi alam yang memang beberapa waktu terakhir kurang bersahabat.

Faktor kedua, kondisi jalan yang memang kurang baik, dan kebanyakan korban mengalami kecelakaan di jalan berliku.

Selanjutnya, faktor penyebab kecelakaan datang dari pemilik kendaraan yang kurang awas terhadap kondisi kendaraannya yang tidak sesuai dengan standar keselamatan lalu lintas.

"Ya kalau penyebabnya ada beberapa faktor, antara alam, geografis, dan human eror. Dan kebanyakan kendaraan yang kecelakaan, kondisinya tidak sesuai dengan standar lalu lintas," katanya.

Dirinya menyebutkan, kebanyakan peristiwa kecelakaan juga terjadi di beberapa lokasi yang daerahnya di pinggir Kabupaten Karo, atau berbatasan langsung dengan kabupaten lainnya.

"Memang kami temukan kebanyakan kecelakaan terjadi di wilayah pedesaan. Jadi memang ada beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas kita, karena sering terjadi kecelakaan. Nantinya, kita akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan lalu lintas," katanya.

Ita mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya juga masih terus melakukan operasi terutama pemantauan arus lalu lintas hingga tanggal 7 Juni mendatang.

(cr4/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved