Posisinya Terduduk Seperti Sujud, Bayi 2 Tahun Ganggu YN (34) & RH (32) Lagi Bercinta: Rewel Terus
Aksi keji ibu kandung dan selingkuhan ini terungkap setelah polisi mendapat laporan dari seorang dokter rumah sakit yang memeriksa korban.
TRIBUN-MEDAN.com - Seorang ibu muda tega menghabisi nyawa bayinya yang masih berusia 2 tahun. Sedih, akhir hidup sang bayi posisinya terduduk seperti sujud, setelah dibantingkan ibunya ke lantai berulang kali.
Pembunuhan tersebut dikarenakan sang ibu kesal diganggu saat sedang berhubungan intim dengan selingkuhan. Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Bengkalis Riau menggegerkan publik.
Bocah 2 tahun itu tewas di tangan ibu kandungnya, YN (34) dan sang selingkuhan, RH alias Agi (32). Kedua pelaku kini telah mendekam di penjara setelah dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis.
Aksi keji ibu kandung dan selingkuhan ini terungkap setelah polisi mendapat laporan dari seorang dokter rumah sakit yang memeriksa korban.
Saat awal mula dicurigai, YN dan RH sempat kelabakan, sehingga dokter pun makin yakin kalau ibu kandung dan selingkuhannya yang telah menghilangkan nyawa korban.
Baca juga: Sudah Terbukti Keperkasaan Sule, Nathalie Holscher Umumkan Kehamilannya Sehabis Bertengkar Hebat
Momen Selingkuh Diganggu Rewelan Bayi
Saat ditangkap polisi, sang ibu YN mengaku kesal dan sering terganggu karena anak balitanya nangis dan rewel.
Padahal saat itu sang ibu tengah asyik-asyiknya ingin melakukan hubungan intim dengan selingkuhan.
Alhasil, bocah 2 tahun itu pun dianiaya habis-habisan oleh sang ibu kandung, YN dan selingkuhannya, RH.
Hendra menjelaskan, aksi penganiayaan dilakukan pelaku sejak 23 sampai 25 April 2021.
Pelaku sering menjejali cabai ke mulut korban agar berhenti menangis.
Baca juga: Pergoki Suaminya Selingkuh, Wanita Ini Minta Cerai, tak Senang, Sang Suami Malah Ancam Balik
Posisi Bayi Seperti Sujud
RH juga sering menarik rambut korban hingga tubuh bocah dua tahun itu terangkat beberapa sentimeter lalu membantingnya ke lantai batu.
Korban jatuh dengan posisi terduduk seperti orang sujud.
"Tujuan RH memasukkan cabai ke mulut korban supaya tidak menangis lagi. Apabila korban tidak diam, barulah RH menampar dan mencubit tubuh korban. Selain itu, korban juga diangkat ke atas lalu di hempaskan ke lantai batu," sebut Hendra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ibubunuhbayi.jpg)