TERBARU Setelah Vaksinasi Covid-19, BPPT Luncurkan Rapid Test Cek Kadar Antibodi, Sudah Kebal Virus?

Program vaksinasi cara yang dianggap penting bagi masyarakat agar tubuh dapat membentuk antibodi terhadap virus corona pasca suntikan vaksin

Editor: Salomo Tarigan
Warta Kota / Ari
Arya Saloka Jalani Vaksinasi 

TRIBUN-MEDAN.com- Munculnya banyak mutasi strain baru virus corona (Covid-19) secara global, membuat pemerintah berupaya untuk mencari langkah dalam upaya menekan angka penyebarannya di tanah air.

Program vaksinasi pun menjadi salah satu cara yang dianggap penting bagi masyarakat agar tubuh dapat membentuk antibodi terhadap virus corona pasca mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Lalu berapa lama antibodi ini terbentuk dalam tubuh?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa proses pembentukan antibodi dalam tubuh tentunya memerlukan waktu.

Ada jeda yang dibutuhkan tubuh dalam membentuk antibodi terhadap virus tersebut.

Terlebih Indonesia menggunakan vaksin yang diberikan dalam dua dosis, satu diantaranya yakni vaksin asal China 'Sinovac', dengan jeda waktu yang awalnya dua pekan kemudian dievaluasi menjadi empat pekan.

Seperti yang disampaikan Direktur Vaksin Imunisasi dan Biologi WHO Dr Kate O'Brien dalam akun Twitter resmi WHO beberapa waktu lalu.

Menurutnya, tubuh akan menunjukkan respons imun yang baik pada 14 hari pasca vaksinasi pertama.

IKATAN CINTA RCTI Tamat? Arya Saloka tak Pernah Menyesali Ucap Sayonara, Fans Penasaran tak Rela

"Kami melihat respons imun yang baik yang muncul dalam waktu sekitar dua minggu sejak dosis pertama itu, jadi kita benar-benar harus menunggu waktu berlalu untuk melihat berapa lama vaksin ini bertahan," cuit O'Brien.

Nah di Indonesia, pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan meluncurkan rapid test untuk mengetahui kadar antibodi yang terbentuk pasca vaksinasi.

Inovasi ini memang sengaja dihadirkan untuk melengkapi alat kesehatan (Alkes) tanah air dalam upaya penanganan Covid-19.

Kepala BPPT Hammam Riza mengklaim pihaknya sukses menghasilkan inovasi Alkes untuk melakukan deteksi antibodi kuantitatif dan Rapid Diagnostic Test (RDT) antigen pada tahun 2021 ini.

Inovasi deteksi antibodi kuantitatif ini, kata dia, memiliki fungsi untuk mengukur kadar antibodi yang terbentuk dalam tubuh setelah menjalani vaksinasi Covid-19.

"Di tengah masa vaksinasi yang dilakukan di berbagai wilayah, kemunculan Alkes untuk melakukan deteksi antibodi kuantitatif dan Rapid Diagnostic Test (RDT) antigen, semoga dapat menjadi bukti bahwa BPPT mengikuti arahan Presiden RI Joko Widodo yang meminta untuk berburu inovasi," jelas Hammam, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/5/2021).

Perlu diketahui, vaksinasi menjadi salah satu hal yang sangat dibutuhkan masyarakat di masa pandemi ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved