Komentar Menohok Denny Siregar, Heboh Investasi Bodong 212 Mart, Gaji Karyawan Menunggak tak Dibayar

Denny Siregar jadi sorotan di media sosial lantaran komentarnya tentang hebohnya investasi bodong 212 Mart yang menyebabkan korban merugi miliaran rup

Editor: Salomo Tarigan
Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
Denny Siregar (kanan) tanggapi Dugaan Investasi Bodong 212 Mart 

TRIBUN-MEDAN.com - Denny Siregar jadi sorotan di media sosial lantaran komentarnya tentang hebohnya investasi bodong 212 Mart yang menyebabkan korban merugi miliaran rupiah.

Kasus ini bergulir di kepolisian lantaran sejumlah korban melapor.

Di akun Twitter @Dennysiregar7, Denny Siregar menyertakan emoji tertawa.

Denny Siregar juga menyentil orang-orang yang "menyumbang" untuk Kapal Selam.

UPDATE Cristiano Ronaldo, Sialnya CR7 Ingin Tinggalkan Juventus tapi Sulit Cari Klub Baru

Baca juga: TERUNGKAP Jenis Racun Sianida Menewaskan Bocah Pemakan Sate, Dokter Beber Sianida Banyak Beredar

"Yang kemaren "nyumbang" kapal selam, udah pada baca ini belon ya ? Mbok ya yang pinter dikit napa, pret...(emoji tertawa) ," tulis Denny Siregar, Sabtu (1/5/2021) pukul 4.09 subuh.

Cuitan Denny Siregar disertai artikel soal ratusan warga jadi yang jadi korban investasi bodong 212 Mart Samarinda melapor ke polisi.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga melaporkan investasi bodong 212 Mart ke Polresta Samarinda, Kalimantan Timur.

JELANG Live Streaming MotoGP Spanyol 2021 Malam Ini, Kondisi Terbaru Marquez Usai Alami Kecelakaan

Total kerugian ditaksir miliaran rupiah.

Para pelapor mendatangi Mapolresta, karena merasa ditipu pengurus Koperasi 212 Samarinda, setelah mengundang investasi untuk mendirikan pusat perbelanjaan 212 Mart.

Nilai investasi tiap warga beragam, mulai dari 500 ribu sampai dengan 20 juta rupiah.

Masalah muncul sejak Oktober 2020, mulai dari gaji karyawan yang belum dibayarkan, hingga operasional 212 Mart ditutup tanpa pengembalian investasi yang dibayarkan.

Pengurus koperasi pun menghilang dan sulit dihubungi, hingga warga yang menjadi korban melapor polisi.

Setelah resmi mendapat laporan dari investor 212 Mart, polisi menyelidiki dugaan penipuan alias investasi bodong yang dilakukan Koperasi Syariah 212 Samarinda.

Penelusuran keberadaan para pengelola koperasi dilakukan agar betanggung jawab atas janji mereka kepada para investor.

Kronologi Lengkap

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved