Permintaan Terakhir Ulfa (21), Mahasiswi Korban Tabrakan di Nunukan, Telepon Ortunya Tiba-tiba Mati
Pilu akhir hidup Balandina Ulfa (21), mahasiswi di Nunukan, Kalimantan Utara ini. Ajalnya datang dari cara yang tak diduga-duga. Menjadi korban kecela
TRIBUN-MEDAN.com - Pilu akhir hidup Balandina Ulfa (21), mahasiswi di Nunukan, Kalimantan Utara ini. Ajalnya datang dari cara yang tak diduga-duga. Menjadi korban kecelakaan.
Usai dicari berjam-jam, mayat seorang mahasiswi di Nunukan, Kalimantan Utara ditemukan di semak belukar.
Diberitakan sebelumnya, diduga akibat kelalaian, sopir truk sampah Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Permakaman (DKPP) Nunukan, menabrak seorang mahasiswi hingga tewas di tempat, Rabu (28/04/2021), malam tadi.
Menurut Gradus Koten, tetangga Ulfa yang juga sebagai orang pertama yang menemukan mayat Ulfa mengatakan, sekira pukul 18.00 Wita, korban Ulfa sempat menelepon ayahnya yang bernama Mundus.
Baca juga: Jokowi Adopsi Pembatasan dari Strategi India, Sekarang India 350 Ribu Kasus Covid-19 per Hari
Dalam percakapan melalui telepon seluler itu, Ulfa meminta ayahnya membawa sebotol bensin ke Kantor Gabungan Dinas-Dinas I (Gadis I), di Jalan Ujang Dewa, Kecamatan Nunukan Selatan.
Lantaran, kendaraan roda dua yang ia gunakan kehabisan bahan bakar.
Diketahui, Ulfa saat itu baru saja selesai menggantikan pekerjaan suaminya sebagai petugas cleaning service di sebuah kantor dinas lingkup OPD Nunukan.
"Suaminya ada sedikit kerjaan di Sei Menggaris jadi dia (Ulfa) yang gantikan untuk menyapu dan matikan lampu di kantor Gadis I. Percakapannya ditelepon belum selesai, tiba-tiba mendengar suara keras seorang pria dari telepon anaknya yang menyebut "Astagfirullah".
Baca juga: Pakar Berebut Memelajarinya, Inilah Kunci Semua Mutasi Virus Corona yang Hancurkan Antibodi Manusia
Telepon tiba-tiba mati. Bapaknya telepon berkali-kali, tapi tidak bisa," kata Gradus kepada TribunKaltim.Co, saat ditemui di lokasi pemakaman Ulfa, Kamis (29/04/2021), sore.
Merasa tak sedap hati, ayahnya lalu bergegas menuju kantor Gadis I, tempat Ulfa menunggu.
Nahasnya, sang ayah tak menemukan anaknya (Ulfa).
Baca juga: Pilihan Hidup S (46), PSK Tua Jual Diri di Warkop, Siap Diajak Main di Sawah dan Numpang Rumah Warga
Namun, firasat ayahnya bertambah buruk, saat melihat motor milik anaknya bernomor polisi KU 2625 NC, terparkir dalam keadaan rusak parah.
"Saya sama anak saya juga ikut bantu bapaknya cari. Karena keluarga kami juga ini. Kami cari keliling kantor Gadis I tidak ketemu. Sampai di dekat arah Rusunawa, kami lihat ada truk sampah DKPP terjebak ban kirinya di dalam parit. Kebutulan saya juga penjaga malam di kantor DKPP, tapi lagi off," ucapnya.
"Jadi waktu tanya rekan saya yang jaga malam itu, katanya tidak tau sopirnya belum kembali dari tadi. Pas kembali ke lokasi truk miring tadi, ada Polisi sudah datang.
Saya cek mesin truk ini masih panas. Pas lihat di bagian ban kanan ada bercak darah. Begitu juga pas saya senter di setir mobil ada bercak darah. Di bagian kursi kiri ada juga darah tapi sedikit saja, karena ada bekas air seperti dicucilah," ujarnya.
Baca juga: Balasan Sakit Hati H (35), Suami Jual Istrinya Jadi PSK, Cari Untung, Sekali Main Laku Rp 500 Ribu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/adasae23qedada.jpg)