Kondisi Covid-19 di India tak Terkendali, Para Miliarder Malah Kabur dengan Jet Pribadi
India saat ini sedang dihantam Tsunami Covid-19. Jumlah kasus per harinya semakin lama semakin membludak.
TRIBUN-MEDAN.com – India saat ini sedang dihantam Tsunami Covid-19. Jumlah kasus per harinya semakin lama semakin membludak.
Tak hanya itu, kasus kematian juga membuat kewalahan pemerintah dan petugas di negeri itu.
Baca juga: Kebersamaan Putra Jokowi dengan Nadya Arifta Menuai Hujatan, Si Perempuan Disebut Agresif
Dikabarkan, lahan untuk kuburan sudah semakin terbatas. Tak hanya itu, tempat-tempat kremasi juga kewalahan menangani jenazah korban Covid-19.
Baca juga: Tambal Sulam di Jalan Pangeran Diponegoro Tunggorono Binjai Timur Dikuatirkan Rawan Kecelakaan
Baca juga: SADIS, Wanita Ini Tega Karungkan Bocah dan Dibuang Ke Dalam Sumur Demi Perhiasan
Jenazah korban Covid-19 bahkan dikremasi di lapangan parkir.
Para petugas mulai sibuk memotong pohon untuk menyiapkan kayu untuk melakukan kremasi.
Tak hanya itu, pasokan tabung oksigen saat ini pun terbatas. Harga oksigen sangat mahal hingga menjadi barang langka.
Namun di tengah kekacauan India karena pandemi Covid-19, bukannya membantu, para miliarder di negeri itu justru kabur dengan menggunakan jet pribadi mereka.
Baca juga: Dua Minggu Harga Cabai Semakin Merosot dan Pembeli Sepi, Ini Penjelasan Pedagang
Baca juga: Azis Syamsuddin di Kasus Suap Wali Kota Tanjungbalai, PSI Curiga Permainan Makelar Kelas Kakap
Hal ini sangat miris sekali setelah mereka melarikan diri dari negaranya dengan kekayaan mereka.
Melansir dari Suar.ID, Kamis (29/4/2021) seperti diwartakan Asiatimes.com, setidaknya delapan jet pribadi yang membawa orang super kaya India mendarat di London menjelang larangan imigrasi Inggris untuk bepergian dari India.
Baik Inggris maupun Kanada menambahkan India ke dalam daftar merah negara-negara yang dilanda pandemi.
Sejak Jumat (23/4/2021), setiap warga Inggris yang kembali dari India harus dikarantina selama 10 hari di hotel yang disetujui pemerintah.
Semua warga negara non-Inggris atau non-Irlandia akan dilarang sepenuhnya memasuki negara tersebut jika mereka telah berada di India dalam 10 hari sebelumnya.
Baca juga: Mengenal Kampung Matfa di Langkat, Hidup Berdampingan Dengan Terapkan Prinsip Sosialis
Baca juga: Takut Pacarnya Kembali ke Pelukan Mantan, Remaja 17 Tahun Nekat Tusuk Seorang Pemuda
Bahkan, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson harus membatalkan kunjungan kenegaraannya ke India yang dijadwalkan minggu depan.
Pesawat mewah terakhir yang tiba, yaitu VistaJet Bombardier Global 6000 yang meninggalkan Dubai pada Kamis (22/4/2021) mendarat hanya 44 menit sebelum pembatasan diberlakukan.
Pemerintah Kanada juga telah melarang penerbangan penumpang dari India dan Pakistan selama 30 hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-jet-pribadi.jpg)