Kondisi Covid-19 di India tak Terkendali, Para Miliarder Malah Kabur dengan Jet Pribadi

India saat ini sedang dihantam Tsunami Covid-19. Jumlah kasus per harinya semakin lama semakin membludak.

Editor: Liska Rahayu
Asia Times
Lonjakan kasus Covid-19 di India semakin tinggi dan tak terkendali. Bukannya menolong, para milarder India malah kabur dengan jet pribadi. 

TRIBUN-MEDAN.com –  India saat ini sedang dihantam Tsunami Covid-19. Jumlah kasus per harinya semakin lama semakin membludak.

Tak hanya itu, kasus kematian juga membuat kewalahan pemerintah dan petugas di negeri itu.

Baca juga: Kebersamaan Putra Jokowi dengan Nadya Arifta Menuai Hujatan, Si Perempuan Disebut Agresif

Dikabarkan, lahan untuk kuburan sudah semakin terbatas. Tak hanya itu, tempat-tempat kremasi juga kewalahan menangani jenazah korban Covid-19.

Baca juga: Tambal Sulam di Jalan Pangeran Diponegoro Tunggorono Binjai Timur Dikuatirkan Rawan Kecelakaan

Baca juga: SADIS, Wanita Ini Tega Karungkan Bocah dan Dibuang Ke Dalam Sumur Demi Perhiasan

Jenazah korban Covid-19 bahkan dikremasi di lapangan parkir.

Para petugas mulai sibuk memotong pohon untuk menyiapkan kayu untuk melakukan kremasi.

Kremasi massal jenazah penderita Covid-19 di India
Kremasi massal jenazah penderita Covid-19 di India (Ap via t r ibunjateng)

Tak hanya itu, pasokan tabung oksigen saat ini pun terbatas. Harga oksigen sangat mahal hingga menjadi barang langka.

Namun di tengah kekacauan India karena pandemi Covid-19, bukannya membantu, para miliarder di negeri itu justru kabur dengan menggunakan jet pribadi mereka.

Baca juga: Dua Minggu Harga Cabai Semakin Merosot dan Pembeli Sepi, Ini Penjelasan Pedagang

Baca juga: Azis Syamsuddin di Kasus Suap Wali Kota Tanjungbalai, PSI Curiga Permainan Makelar Kelas Kakap

Hal ini sangat miris sekali setelah mereka melarikan diri dari negaranya dengan kekayaan mereka.

Melansir dari Suar.ID, Kamis (29/4/2021) seperti diwartakan Asiatimes.com, setidaknya delapan jet pribadi yang membawa orang super kaya India mendarat di London menjelang larangan imigrasi Inggris untuk bepergian dari India.

Lonjakan kasus Covid-19 di India semakin tinggi dan tak terkendali. Bukannya menolong, para milarder India malah kabur dengan jet pribadi.
Lonjakan kasus Covid-19 di India semakin tinggi dan tak terkendali. Bukannya menolong, para milarder India malah kabur dengan jet pribadi. (Asia Times)

Baik Inggris maupun Kanada menambahkan India ke dalam daftar merah negara-negara yang dilanda pandemi.

Sejak Jumat (23/4/2021), setiap warga Inggris yang kembali dari India harus dikarantina selama 10 hari di hotel yang disetujui pemerintah.

Semua warga negara non-Inggris atau non-Irlandia akan dilarang sepenuhnya memasuki negara tersebut jika mereka telah berada di India dalam 10 hari sebelumnya.

Baca juga: Mengenal Kampung Matfa di Langkat, Hidup Berdampingan Dengan Terapkan Prinsip Sosialis

Baca juga: Takut Pacarnya Kembali ke Pelukan Mantan, Remaja 17 Tahun Nekat Tusuk Seorang Pemuda

Bahkan, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson harus membatalkan kunjungan kenegaraannya ke India yang dijadwalkan minggu depan.

Pesawat mewah terakhir yang tiba, yaitu VistaJet Bombardier Global 6000 yang meninggalkan Dubai pada Kamis (22/4/2021) mendarat hanya 44 menit sebelum pembatasan diberlakukan.

Pemerintah Kanada juga telah melarang penerbangan penumpang dari India dan Pakistan selama 30 hari.

Kondisi di India setelah banyaknya pasien Covid-19 meninggal dunia. Dokter dan pihak krematorium kewalahan. Jenazah pasien dibakar secara massal.
Kondisi di India setelah banyaknya pasien Covid-19 meninggal dunia. Dokter dan pihak krematorium kewalahan. Jenazah pasien dibakar secara massal. (ISTIMEWA VIA INTISARI)
Sumber: Suar.id
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved