TRIBUNWIKI
Mengenal Kampung Matfa di Langkat, Hidup Berdampingan Dengan Terapkan Prinsip Sosialis
Para ibu-ibu sudah mulai turun memasak sejak pukul 04.00 dan selesai usai Subuh. Kemudian akan dilanjut kembali pada menjelang siang hari.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sumatera Utara memiliki beragam keunikan dari setiap daerah, diantaranya terletak di Dusun III Darat Hulu, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.
Kampung Majelis Ta'lim Fardhu atau Kampung Matfa ini memiliki keunikan dan tradisi yang begitu erat untuk dilaksanakan hingga tak heran dijuluki sebagai Kampung Kasih Sayang.
Baca juga: Jalan Tambal Sulam Kelurahan Tunggurono Bikin Sesak Nafas, Dibiarkan Setelah Dikorek Dua Bulan
Kampung ini memiliki luas tak lebih dari 20 hektare dengan mengelola peternakan, perikanan hingga pertanian. Ada pula beberapa industri kecil seperti pengolahan tahu, batu bata, jajanan tradisional dan lain sebagainya.
Sehingga, penghuni kampung dapat bekerja sesuai dengan keahlian masing-masing sesuai dengan sektor yang ada.
Hingga saat ini Kampung Matfa dihuni oleh 260 KK atau sekitar 1100an jiwa yang hidup secara berdampingan dan memiliki pemimpin kampung yaitu Tuwan Imam.
Adapun tiga prinsip yang dipegang untuk dapat hidup bersama di kampung Matfa yaitu bersabar, bersyukur, dan berbagi.
Baca juga: LIVE SCTV Manchester United Vs AS Roma Malam Ini, Tantangan Solskjaer Tatap Peluang Juara
Tiga prinsip ini dipegang agar dapat mencegah adanya rasa iri maupun dengki sehingga segala sektor yang ada di kampung ini dapat berjalan tentram.
Berdasarkan informasi, penghuni baru terakhir datang ke Kampung Matfa pada tahun 2017.
Sebelum masyarakat luar tinggal di kampung tersebut, para calon penghuni harus memiliki komitmen untuk dapat meninggalkan pemikiran untuk memperkaya diri dengan materi melainkan dapat hidup berdampingan.
Suasana kampung Matfa tampak begitu asri dengan memiliki 1 masjid bertingkat, rumah sehat, dan gedung majlis taklim.
Menariknya, untuk tempat tinggal, penghuni kampung Matfah hidup berdampingan dengan model rumah seperti barak yang berjejer, dapat dikatakan seperti model rumah perumnas.
Menariknya, Kampung Matfa dapat berjalan secara mandiri dengan memanfaatkan sektor-sektor roda ekonomi seperti beternak dengan memiliki 10 kandang ayam, kolam ikan, dan ternak kambing lembu.
Baca juga: Celine Evangelista Posting Foto Pakai Hijab, Vega Darwanti Langsung Memanggilnya Bu Hajjah
Kemudian dari sektor pertanian seperti bayam, kangkung, kacang panjang, timun, gambas, komoditas cabai dan lainnya.
Tak hanya itu, ternyata Kampung Matfah juga telah memproduksi air mineral kemasan dengan label D Water. Tentunya hal ini menjadi pendorong pergerakan ekonomi kampung secara mandiri.
Kampung Matfah semakin spesial menguatkan kerukunan dengan memiliki dapur bersama. Ya, kampung ini tidak memiliki dapur pribadi namun hanya ada satu dapur untuk makanan satu kampung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pelatihan-it-di-desa-1.jpg)