Babi Ngepet Tipu-tipu, Bikin Heboh, Penyebar Hoaks Nekat Rogoh Kocek Besar, Mengapa?
Babi ngepet di Depok yang belakangan bikin gempar jagat maya ternyata hanyalah bualan belaka alias hoaks.
TRIBUN-MEDAN.COM - Babi ngepet di Depok yang belakangan bikin gempar jagat maya ternyata hanyalah bualan belaka alias hoaks.
Misteri babi ngepet di Depok ini akhirnya terkuak setelah sang pelaku penyebar hoaks mengakui sendiri perbuatannya.
Padahal, kasus hoaks babi ngepet di Depok ini sudah terlanjur menyebar ke berbagai media sosial hingga menjadi pembahasan di hampir seluruh Indonesia.
Baca juga: Perjalanan Hidup Azis Gagap, Mulai dari Tukang Sampah, Menjadi Artis Terkenal, Kini Fokus Bisnis
Baca juga: Potret Rumah Mewah Yuni Shara, Mulai dari Bagian Depan hingga Dapur, Diperoleh dari Kerajaan Bisnis
Baca juga: Lamar Gadis Rp 3 Miliar, Pria Ini Rupanya Pengusaha Besar Sulawesi Selatan, Calon Istrinya Keren
Setelah polisi melakukan penyelidikan, pelaku penyebar hoaks babi ngepet di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, akhirnya ditangkap.
Kasus heboh ini ternyata merupakan akal-akalan seorang pria bernama Adam Ibrahim.
Ia sendiri adalah satu dari warga yang ikut menangkap babi tersebut di wilayah Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok.
Ya, setelah sempat viral, polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku di balik peristiwa heboh itu.
"Semuanya yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoaks, itu berita bohong," kata Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar, dikutip Tribun Style dari Kompas.com.
Baca juga: Pemerintah Umumkan KKB di Papua Adalah Teroris, Kini Bertempur, 9 Orang Tewas dari Pihak KKB
Baca juga: Korban Erupsi Gunung Sinabung Tuntut Realisasi Sewa Rumah dan Lahan Ke Pemkab Karo
Baca juga: MENTERI BUMN Mengutuk Oknum Petugas Kimia Farma yang Gunakan Suntik Antigen Bekas, Zero Tolerance

Adam Ibradi, sosok dibalik kasus penipuan viral babi ngepet di Depok, Jawa Barat, Rabu (28/4/2021).
Lantas, Iman menjelaskan awal cerita soal babi ngepet ini.
Cerita bermula, tersangka bernama Adam Ibrahim ini menerima laporan terkait adanya sejumlah warga yang kehilangan sejumlah uang.
"Cerita ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang Rp 1 juta, ada yang Rp 2 juta," katanya.
Tersangka AI kemudian memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang yang dibeli harganya Rp 900.000, dengan ongkos kirim Rp 200.000.
"Tujuan mereka adalah supaya lebih terkenal di kampungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/adam-ibrahim.jpg)