Komunitas Muslim India di Medan

Jejak Muslim India di Kota Medan, Menjadi Buruh Perkebunan Hingga Menyebarkan Syiar Islam

Kota Medan memiliki ragam suku dan budaya termasuk komunitas India yang punya sejarah menyebarkan ajaran Islam

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Ketua Yayasan The South Indian Moslem Mosque & Walfare Committee, Muhammad Sidik Saleh saat diwawancarai, Selasa (20/4/2021).(TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Kota Medan merupakan kota yang memiliki ragam suku dan budaya.

Berbagai macam etnis dapat dengan mudah ditemukan di kota ini, baik lokal maupun yang berasal dari luar negeri seperti muslim pendatang dari India.

Terdapat dua masjid yang menjadi simbol keberadaan muslim India di Kota Medan, yakni Masjid Jamik di Jalan Taruma dan Masjid Ghaudiyah di Jalan Zainul Arifin Medan.

Orang-orang India Muslim ini memiliki sejarah panjang hingga membangun komunitas di tengah kota terbesar ketiga di Indonesia ini.

Adapun alasan pertama mereka datang kemari adalah untuk berdagang sambil menyiarkan ajaran Islam.

Baca juga: Masjid Jami 1915 Merupakan Peninggalan Saudagar Kaya dari Melayu Asli

Ketua Yayasan The South Indian Moslem Mosque & Walfare Committee, Muhammad Sidik Saleh, mengatakan lahan dua masjid tersebut merupakan hibah dari Kesultanan Deli.

Saat itu Kesultanan Deli melihat semakin bertumbuhnya komunitas mereka, sehingga memberikan dua lahan agar mereka bisa beribadah dengan komunitasnya sendiri.

Setelah menerima lahan tersebut, kemudian mereka mulai mengumpulkan dana yang berasal dari orang-orang keturunan India untuk selanjutnya dibangun sebuah masjid pertama, yakni Masjid Jamik yang sudah berdiri pada tahun 1887.

Tidak memiliki banyak ornamen ataupun hiasan, masjid ini terlihat sederhana.

Baca juga: SEJARAH Masjid Raya Al-Osmani, Dibangun Pada Masa Kesulthanan Deli, Sudah Alami Renovasi

Ada 12 tiang yang dipasang di masjid ini.

Sementara dinding-dindingnya terdapat banyak ventilasi.

Lantainya pun sederhana, menggunakan keramik berwarna hijau muda sedikit bercorak.

Berbeda dengan Masjid Ghaudiyah yang berada di tengah bangunan-bangunan ruko.

Masjid ini sulit terlihat karena berada di gang sempit.

Pengurus Masjid Ghaudiyah menyiapkan makanan India berupa Nasi Briyani di Jalan Zainul Arifin, Medan, Sumatera Utara, Minggu (18/4/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Pengurus Masjid Ghaudiyah menyiapkan makanan India berupa Nasi Briyani di Jalan Zainul Arifin, Medan, Sumatera Utara, Minggu (18/4/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI)

Tak jauh berbeda dengan masjid pertama, masjid inipun tidak banyak hiasan, hanya ada beberapa kaligrafi dibagikan atas mengelilingi atap bangunan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved