News Video
Masjid Jami' 1915 Merupakan Peninggalan Saudagar Kaya dari Melayu Asli
sjid Jami' 1915 yang terletak di Gang Masjid, Jalan Brigjend Katamso, Medan Maimon.
Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pradaban Muslim di Kota Medan tentu tak terlepas dengan bangunan-bangunan tua seperti bangunan Masjid. Karena bangunan-bangunan Masjid tersebut menjadi suatu bukti dan saksi sejarah peradaban Muslim di Medan.
Satu di antaranya, Masjid Jami' 1915 yang terletak di Gang Masjid, Jalan Brigjend Katamso, Medan Maimon.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jami' 1915, Azhari, mengatakan, Masjid Jami' ini didirikan oleh Datoek Moehamad Ali Kesawan merupakan saudagar kaya dari Melayu Asli, pada tahun 1915. Tak lain diperuntukkan sebagai tempat beribadah umat muslim.
"Jadi masjid ini selain saksi perkebangan pradaban agama Islam di Medan, juga sebagai tempat ibadah warga di sekitar sini," tuturnya, Selasa (20/4/2021).
Ia juga mengaku pada masa dahulu masjid ini satu-satunya di kawasan jalan Brigjend Katamso. Maka, pada masa dahulu masyarakat sekitaran Gang Masjid, Jalan Brigjend Katamso, melaksanakan salat sunah Terawih di masjid ini.
"Dahulu masjid ini satu-satunya. Jadi kalau Ramadan ramai ini masjid untuk salat Terawih dan salat fardu. Maka dari itu lah, Datoek Moehamad Ali Kesawan bangun masjid ini," tuturnya
Selain itu, masjid Jami' ini dibangun dengan konsep arsitektur Melayu. Hal itu terlihat dari atap masjid, lantai masjid, lobang angin jendela dan gaya arsitektur gedungnya serta mimbarnya.
"Kalau bangunan ini masih asli semua dari lantai sampai dinding, begitu juga mimbar masjid ini. Kalau masjid ini hanya sekali mengalami rehap, itu pun hanya atapnya saja untuk ganti seng. Setahu saya juga belum ada rehab total, hanya saja menambah bangunan teras saja," tuturnya.
Sambungnya menceritakan, pada masa dahulu, masjid Jami' 1915 ini dirawat oleh keturunan Datoek Moehamad Ali Kesawan secara turun-menurun. Namun, sekitar 1970 -an, keturunannya membentuk sebuah kenaziran Masjid.
"Jadi, yang dipilih untuk Badan Kenaziran Masjid pada saat itu, H Masud. Tetapi setelah H Masud meninggal maka pakumlah kenaziran Masjid," tuturnyan.
Kemudian, di tahun 2020 Badan Kenaziran dan Badan Kemakmuran Masjid dihidupkan kembali. Agar, Masjid Jami' dapat dirawat dengan baik dan terstruktur dalam kepengurusan masjid tersebut. Karena, kondisi masjid Jami' Medan sangat memprihatinkan.
"Kondisi masjid ini memang sangat memprihatinkan. Padahal masjid ini merupakan bangunan sejarah, dan cagar budaya," tuturnya.
Menurutnya, yang sangat diprihatinkan adalah kondisi tembok dinding masjid Jami' yang kian lama melapuk. Begitu juga sebagian atap masjid ada yang bolong dan lapuk.
"Maka dari itu, kami BKM masjid Jami' ingin merevitalisasi bangunan ini. Agar menjadi bangunan yang kokoh dan tetap seperti semula. Namun, kami juga berharap pemerintah bisa dapat membantunya,"
tuturnya.